Investasi Emas, Deposito, Saham

Pernahkah kalian memperhatikan warna urine saat kalian pergi ke toilet?

Kalo belum pernah, mulai sekarang perlu dicoba. Bukan apa-apa karena urin itu ternyata menyimpan berbagai informasi yang sebaiknya kita ketahui.

Jika pernah, mungkin kalian tahu bahwa setiap waktu kalian mempunyai warna urine yang berbeda-beda. Urine dikeluarkan tubuh untuk membuang racun dan zat sisa dari dalam darah. Urine yang memiliki warna berbeda ini tentu punya arti.

Tahukah jika warna-warna tersebut menunjukkan kesehatan tubuh? Ya, setiap warna dari urine bisa memberikan sejumlah informasi tentang kesehatan tubuh kita.

ITSTIME.ID telah merangkum warna urin beserta kondisi kesehatan yang terjadi dari berbagai sumber

Sumber : https://idetentangwarna.blogspot.com

1. Bening/Transparan

Kalau warna urine yang kalian miliki transparan seperti air yang bening, kalian sedang ada pada kondisi overhidrasi. Kebutuhan air harian sebanyak 1,5-2 liter telah terpenuhi. Bahkan, kalian minum lebih dari itu sehingga urea yang bercampur menjadi lebih encer sehingga tidak terlihat.

Kalau urine kalian pada skala ini berarti sedang tidak ada masalah pada tubuh. Namun, ada baiknya untuk tidak mengonsumsi banyak air lagi atau buah-buahan yang mengandung banyak air seperti semangka dan melon karena bisa menurunkan tekanan darah dengan cepat.

2. Warna lemon hingga jeruk atau kuning biasa

Warna lemon adalah kekuningan meski tidak terlalu pekat. Selanjutnya warna jeruk agak oranye meski tidak begitu tua. Dua warna ini merupakan skala hidrasi yang sesuai untuk tubuh. Kalau urine yang kalian hasilkan memiliki warna ini artinya tubuh sedang sehat.

Kalau sudah pada fase ini, kalian tidak perlu menambahkan pasokan air lagi. Cukup konsumsi buah yang mengandung air kalau sedang haus. Buah yang direkomendasikan adalah tomat, stroberi, semangka, dan melon.

3. Kuning Tua

Warna urin kuning tua atau kuning pekat menunjukkan kalian sebenarnya baik-baik saja. Tetapi, mungkin kalian perlu menambah asupan air karena ini berarti tubuh kalian sudah dalam ambang batas terhidrasi.

Dehidrasi dapat terjadi bila jumlah cairan yang dikeluarkan dari dalam tubuh lebih banyak dibandingkan jumlah cairan yang masuk.

4. Kecokelatan atau Warna seperti madu

Kalau warna urine kalian sudah ada pada skala ini, ada baiknya segera mengonsumsi air dengan jumlah cukup banyak. Warna kecokelatan merupakan tanda dari dehidrasi. Kalian harus bisa menurunkan warnanya hingga menjadi kekuningan.

Selain menambah asupan air putih, hindari aktivitas yang bisa menurunkan jumlah air di dalam tubuh dengan cepat seperti mengonsumsi alkohol dan kopi secara berlebihan. Pertimbangkan membawa botol air ke mana-mana agar bisa segera minum kalau haus

5. Cokelat pekat atau coklat tua

Warna urine yang cokelat pekat memiliki arti kurang baik. Itu karena warna ini bisa menunjukkan adanya penyakit hati (liver) atau dehidrasi, ginjal, infeksi saluran kemih, dan anemia hemolitik. Urine berwarna cokelat tua bisa juga disebabkan oleh efek samping obat.

Sejumlah obat yang dapat membuat warna urine menjadi cokelat tua adalah obat antimalaria, antibiotik, dan obat pencahar yang mengandung cascara atau senna.

Untuk mengatasi hal tersebut, kalian bisa meminum lebih banyak air. Jika setelah minum banyak air warna urine tidak berubah, kalian bisa segera memeriksakan diri ke dokter.

6. Oranye

Warna oranye pada urine menunjukkan bahwa kalian sedang dehidrasi atau mengalami masalah liver atau saluran empedu terutama jika disertai dengan warna feses yang terlihat pucat atau putih.

Selain itu, warna ini juga bisa disebabkan  dehidrasi atau karena efek samping kemoterapi, obat pencahar, obat antiradang sulfasalazine, obat phenazopyridine untuk infeksi saluran kemih, obat TB rifampin dan isoniazid, serta riboflavin (vitamin B2) dalam dosis tinggi atau pewarna makanan yang kalian konsumsi.

Jika mengalami warna urine seperti ini, kalian perlu mengingat kembali makanan apa yang menyebabkan warna tersebut. Tapi jika tidak memakan makanan berpewarna, segera temuilah dokter untuk memeriksakan diri.

7. Biru atau hijau

Warna urin biru atau hijau kebanyakan disebabkan oleh pewarna makanan. Tapi jangan sepelekan, ini juga bisa berarti beberapa hal. Misalnya, efek dari obat-obatan seperti obat asma, antidepresan amitriptilin, obat bius propofol, dan zat warna metilen biru, infeksi bakteri, atau penyakik genetik yang langka. Untuk memastikannya, segera temui dokter.

8. Pink atau kemerahan

Jika sebelumnya mengonsumsi buah bit, blueberry, buah naga atau makanan berpewarna merah, kalian tak perlu khawatir. Selain itu, bisa juga disebabkan oleh efek samping obat-obatan tertentu untuk infeksi saluran kemih dan obat TB rifampin.

Nah, jika urine kalian berwarna merah muda atau merah, cobalah untuk memerhatikan gejala lainnya. Pasalnya warna urine merah juga bisa menandakan adanya kencing berdarah, infeksi saluran kemih, penyakit ginjal, tumor atau batu di ginjal dan kandung kemih, gangguan prostat, anemia hemolitik, atau kelainan genetik porfiria.

9. Berbusa atau berbuih

Bagi kalian yang mengalami urine berbusa atau berbuih, mungkin ada masalah pada ginjal atau hanya kelebihan protein. Meski begitu, jika hal ini terjadi terus-menerus, sebaiknya segera temui dokter.

10. Putih dan keruh

Air seni yang keruh atau berwarna putih seperti susu dan berbau, bisa jadi merupakan tanda infeksi saluran kemih yang disertai pembentukan nanah. Kondisi ini disebut piuria. Penyebabnya antara lain adalah infeksi bakteri, jamur, dan virus.

Warna urine yang menjadi keruh juga merupakan tanda adanya penumpukan sel darah putih, asam urat, protein, atau lemak pada urine.

11. Ungu

Warna ungu bisa dikeluarkan oleh urine kalau kalian terlalu banyak mengonsumsi makanan dan minuman dengan pewarna ungu. Untuk obat belum ada yang menyebabkan warna dengan perubahan ini.

Untuk kondisi medis, infeksi saluran kemih yang disebabkan oleh bakteri P. aeruginosa juga kemungkinan besar menyebabkan hal itu. Terakhir penyakit bernama Hartnup bisa mengubah urine menjadi ungu dengan cepat.

Kapan harus memeriksakan diri?

Perubahan warna memang menjadi tanda perubahan pada tubuh. Namun, kapan harus segera memeriksakan diri ke dokter?

  • Kalau sudah mengeluarkan warna merah cukup pekat. Warna merah merupakan tanda dari perdarahan yang terjadi pada saluran atau organ reproduksi.
  • Rasa nyeri di bagian bawah perut yang rasanya cukup intens dan sangat mengganggu.
  • Saat berkemih terasa panas dan terbakar dengan warna urine agak kehijauan. Kemungkinan besar ini adalah gangguan pada saluran kemih.
  • Setelah kencing, muncul cairan kental dengan aroma tidak sedap. Bisa jadi sedang ada masalah pada sistem pengeluaran dan juga reproduksi.
  • Sering mual dan ingin muntah berkali-kali. Kondisi ini sangat mengganggu karena sering diikuti dengan nyeri perut.
  • Sering mengalami anyang-anyangan dan terasa ngilu di bawah perut. Inkontinensia urine juga bisa terjadi kapan saja.

Sumber :

1. https://www.alodokter.com/cari-tahu-arti-di-balik-warna-urine-anda

2. https://sains.kompas.com/read/2018/03/26/203300423/11-warna-urine-dan-artinya-pada-kesehatan-anda?page=all

3. https://doktersehat.com/warna-urine/

4. https://www.ciputrahospital.com/wp-content/uploads/2018/06/waspada-perubahan-warna-urin-3.jpg

5. https://idetentangwarna.blogspot.com/2019/04/makan-buah-naga-pipis-warna-merah.html

Leave a Reply