4 Alasan Kenapa Saya Tidak Memilih Emas Sebagai Instrumen Investasi Dan Tabungan | Its Time Press "Enter" to skip to content

4 Alasan Kenapa Saya Tidak Memilih Emas Sebagai Instrumen Investasi Dan Tabungan

BIBIT

Tulisan ini dibuat oleh ITSTIME.ID tanggal 15 September 2019 dan harga emas dunia sedang melambung tinggi dalam enam bulan terakhir. Lihat grafik berikut untuk melihat kenaikan harga emas dalam 1 tahun terakhir yang diambil datanya dari website goldprice.org

Namun menurut ITSTIME.ID emas mempunyai kelemahan yang sebenarnya tidak cocok untuk dijadikan sebagai sarana investasi apalagi investasi jangka menengah.

Baca : Investasi Terbaik Jangka Menengah adalah Ini

Sebelum masuk ke kelemahan investasi emas perlu dijelaskan bahwa untuk saat ini emas ada 3 jenis :

1. Emas batangan atau bentuk koin yang bisa dibeli dan disimpan

2. Emas yang berbentuk tabungan (Pegadaian mempunyai metode menabung emas dengan 2 skema. Nantikan artikelnya di ITSTIME.ID )

3. Emas perhiasan

Berikut 4 kelemahan investasi emas baik emas perhiasan maupun emas yang berbentuk koin/ emas batangan yang bisa disimpan di rumah.

1. Risiko kehilangan yang cukup tinggi 

Jika kalian hobi membeli emas yang berbentuk koin atau segi empat (lihat gambar di bawah ini) atau emas perhiasan, berarti kalian mempunyai beban untuk menyimpan emas-emas tersebut secara aman baik menyimpan di box di rumah atau di safe deposit box.

Sumber : https://www.liputan6.com/bisnis/read/4030627/harga-emas-antam-melonjak-rp-15-ribu-per-gram

Kondisi ini sebenarnya dilema karena bagaimanapun berarti kalian harus mempunyai opsi untuk mengamankan emas-emas tersebut.

2. Ada kurs beli dan kurs jual

Ini salah satu yang menjadikan kalian harus berpikir ulang untuk investasi di emas.

Kurs harga adalah selisih harga yang ditetapkan oleh penjual saat kita membeli dan menjual kembali. Contohnya begini saat membeli 1 gram emas diberi harga misal Rp 700.000. Namun saat menjual harganya hanya menjadi Rp 675.000.

Bayangkan kalo kita membeli misal misalnya 10 gram alias Rp 7.000.000 maka aset kita sebenarnya hanya Rp 6.750.000.

Artinya kita harus menyimpan emas selama beberapa tahun agar harga emas yang nantinya kita jual bisa diharga lebih dari Rp 675.000

3. Harganya Cenderung Melambat Ketika Kondisi Ekonomi Stabil

Tidak bisa dipungkiri karena naik turunnya harga emas dipengaruhi kondisi ekonomi global atau dunia. Inilah yang menjadi fakta sekaligus ironi.

Harga emas cenderung mengalami peningkatan ketika kondisi ekonomi dalam keadaan tidak stabil. Bisa jadi dalam waktu ini terjadi inflasi yang menyebabkan kenaikan dan juga penurunan harga emas. Bila inflasi terjadi jauh lebih tinggi daripada perkiraan masyarakat, tidak menutup kemungkinan bahwa harga emas akan jauh lebih tinggi.

Begitu pula sebaliknya. Kondisi ekonomi yang stabil akan mendorong masyarakat untuk konsumsi sewajarnya. Bila terjadi kondisi ekonomi yang tidak stabil, emas dijadikan sebuah alternatif teraman untuk mengamankan kekayaan investor.

4. Tidak cocok menjadi investasi jangka pendek dan sebagai tabungan

Adanya harga jual dan beli seperti poin no 2 menjadikan emas tidak cocok digunakan sebagai investasi untuk jangka pendek dan menengah. Selain investasi emas, menabung emas juga tidak cocok karena jika melihat nilai kenaikan dan nilai kurs jual beli masih banyak instrumen yang lebih bagus secara imbal balik dibanding emas.

Trus investasi apa yang cocok?

Baca : Bingung Mau Menabung Atau Investasi Saham, Reksadana Atau Emas?

Jika ingin belajar dan membaca tentang saham bisa dibaca di link-link berikut ya

1. PANDUAN LENGKAP CARA MEMBELI SAHAM BAGI PEMULA

2. LENGKAP : 11 CARA MEMILIH PERUSAHAAN SEKURITAS BAGI PEMULA

3. PANDUAN BAGI PEMULA CARA MEMBELI SAHAM DI SEKURITAS PHINTRACO SEKURITAS (PROFITS) BAG 1

4. PANDUAN BAGI PEMULA CARA MEMBELI SAHAM DI PHINTRACO SEKURITAS (PROFITS) BAG 2

#itstimetoinvest

#itstimetolearn

(Visited 751 times, 2 visits today)

4 Comments

Leave a Reply