Press "Enter" to skip to content

Antara Popok, Pamper Dan Clodi. Mana Yang Lebih Baik? Tinjauan Ekonomi, Lingkungan Dan Kenyamanan

Penulis : Ahmad Muttaqin

Saat ini saya baru mempunyai seorang bayi mungil berusia 2 bulan. Ya masih 2 bulan.

Mungkin tulisan ini sedikit menjadi pembicaraan jika ada yang membaca dan mempunyai bayi di atas 6 bulan atau 1 tahun atau bahkan 2 tahun.

“Ah baru aja 2 bulan…”

Tapi tidak apa-apa. Saya menulis ini karena senang menulis, karena mengamati apa yang terjadi sampe 2 bulan ini.

Sejak lahir ke dunia, bayi mungil kami langsung menggunakan popok dan tentu saja bawahnya harus diberi alas entah itu selimut kecil, jarik maupun kain panjang seperti model taplak. Tisu basah juga menjadi perangkat wajib yang selalu disediakan.

Sumber : https://bunglonbabyshop.com/

Tujuannya apa? Agar ketika dia mengompol airnya tidak kemana-mana karena kebetulan bayi kami berjenis kelamin putri yang pipisnya sudah dihukumi najis.

1 bulan berjalan dan setiap hari minimal saya harus mencuci 15 popok ditambah 10an alas. Dan mencucinya harus maraton artinya pagi nyuci sore harus mencuci lagi. Penggunaan tissu juga relatif boros karena setiap pipis pasti ganti popok dan membersihkannya menggunakan tisu.

Awalnya tidak menjadi masalah namun lama kelamaan kok merasa capek ya.

Ternyata ada problem lain yang baru disadari yaitu

  • seringnya si bayi untuk bangun baik pas tidur random siang hari maupun pas tidur malam karena popoknya maupun alasnya basah.
  • ternyata popok tidak irit dari sisi penyimpanan.

Kebetulan kontrakan kami tidak terlalu luas dan setelah 1 bulan popok-popok itu sudah mulai tidak muat artinya perlu membeli baru dan mau dikemanakan popok yang sebelumnya? Hanya disimpan? Tidak efektif.

Akhirnya iseng-iseng mulai mencoba menggunakan pamper.

Sumber : https://www.kimhawesdesign.com/pampers-baby-dry

Sekadar info

Pampers is an American brand of baby and toddler products marketed by Procter & Gamble.

Sumber : https://en.wikipedia.org/wiki/Pampers

Di Indonesia istilah pampers sudah sangat mafhum untuk menjelaskan tentang pamper.

Hanya butuh 1 hari 1 malam untuk mengetahui bahwa

  • pamper jauh lebih baik dari sisi mencuci
  • kebiasaan bangun tidurnya,
  • minimalisnya penggunaan tisu dan
  • biaya yang digunakan untuk membeli pamper.

Dengan menggunakan pamper otomatis saya tidak lagi mencuci karena langsung dibuang dan juga menjadi relatif lebih jarang untuk mencuci alasnya, penggunaan tisu lebih hemat dan jam tidur bayi pun lebih nyaman.

1 hal lagi yang juga baru disadari yaitu ternyata bangunnya bayi juga pasti akan membangunkan saya atau bundanya terutama di malam hari. Masalah tersebut bisa diselesaikan ketika si bayi menggunakan pamper. Bayi tidur nyaman, kami sebagai orang tua juga tidur dengan nyaman.

Manfaat lain menggunakan pamper adalah jika bayi bertumbuh gampang mencari dan kita tidak perlu menyimpannya. Tidak seperti popok yang harus disimpan.

Namun ada 1 masalah yang sejak sebelum menikah menjadi problem tersendiri bagi saya yaitu kondisi lingkungan.

Jauh sebelum menikah saya sudah sedikit perhatian terhadap lingkungan dan dalam kasus pamper saya belum menemukan solusinya.

Kebanyakan solusi dari pampers adalah

  • membuang ke tong sampah yang nantinya diambil oleh petugas sampah
  • membakar jika memang punya lahan luas
  • menimbun jika memang punya lahan di sekitarnya masih memungkinkan

Tapi dari semua solusi yang mungkin tidak ada yang benar-benar menyelesaikan masalah.

Ada berapa juta bayi yang menggunakan pampers di dunia ini atau spesifiknya di Indonesia. Belum lagi sekarang orang manula juga menggunakan pampers.

Tidak..tidak…

Akhirnya menemukan solusinya. Entah ini solusi sementara atau relatif lebih lama dibanding popok maupun pampers.

Adik saya merekomendasikan popok namun berkonsep pampers yaitu clodi.

Sumber : http://popokbayikainbarulahirclodimerries.blogspot.com/

Clodi ini berbentuk seperti celana dengan motif-motif yang bisa dipilih. Di dalam clodi ada semacam handuk yang dimasukkan ke tengah-tengah clodi untuk digunakan sebagai penyerap air pipis.

Sumber : https://medium.com/clodia-store/bunda-yuk-kenalan-dengan-clodi-babyland-8ace3c5eb93

Kami langsung berburu untuk membeli clodi namun akhirnya hanya membeli 3 karena untuk bahan uji coba terlebih dahulu.

Sejak usia 1.5 bulan sampe sekarang 2.5 bulan kami bisa menyimpulkan bahwa clodi menjadi jawaban dari permasalahan popok dan pampers.

Dengan clodi ukuran bisa disetting dan bisa digunakan sampai usia 2 tahun sehingga sampe usia paling tidak 2 tahun tidak membeli lagi. Ini solusi popok yang setiap 2 bulan harus ganti. (Kita liat 2 tahun lagi ya…Saat tulisan ini dipublish bayi kami baru berusia 3 bulan dan menggunakan clodi baru 1.5 bulan terakhir)

Daya serap clodi yang baik juga menjadikan saya tidak mencuci sebanyak popok dan alasnya. Penggunaan tisu juga lebih hemat dibanding pas menggunakan popok. Tetapi masih lebih boros jika dibanding saat menggunakan pamper.

Rata-rata clodi bisa digunakan dari 2 jam hingga 4 jam tergantung aktivitas bayi apakah rutin pipis atau tidak.

Terus apakah clodi juga menjadi solusi untuk pampers? Ya

Clodi merupakan popok berbentuk pampers yang bisa dicuci ulang. Ini jelas menjadi solusi masalah lingkungan yang diakibatkan oleh pampers.

Oh ya untuk biaya pembelian, clodi ini jauh paling mahal dibanding popok maupun pamper. Tetapi 1x beli bisa digunakan untuk 2 tahun jadi jatuhnya bisa lebih hemat.

Itulah cerita saya tentang penggunaan popok, pampers maupun clodi.

Jika teman-teman memiliki saran atau malah ide lain boleh dishare di kolom komentar ya.

Artikel Yang WAJIB Dibaca Juga
(Visited 23 times, 1 visits today)

Be First to Comment

    Leave a Reply