Press "Enter" to skip to content

Bayi Sedang Ngalami GTM? Coba Yuk Atasi Dengan Feeding Rules 2.30.2

Bagi bu ibu atau bunda yang baru memiliki buah hati pasti rasanya bahagia sekali.

Namun lambat laun saat si bayi sudah tumbuh di usia 6 bulan ke atas mulai ada problem yang mungkin dialami semua ibu yang memiliki bayi.

Apalagi kalo bukan GTM alias Gerakan Tutup Mulut.

Apa itu GTM? Apakah sejenis protes anak yang tidak mau bicara?

Hehe..Bukan…Tentu saja anak usia 6 bulan belum bisa bicara.

Tetapi GTM disini adalah gerakan dimana anak tidak mau makan dengan cara menutup mulutnya erat-erat atau menggeleng kepala menghindari suapan nasi.

Nah bunda pelan-pelan akan mulai dilanda rasa cemas atau frustasi karena buah hati tidak mau makan.

Kecemasan itu akan bertambah jika ternyata berat badan bayi tidak sesuai dengan anjuran yang ada atau ada problem lain yang mengikuti seperti anak mudah sakit, berat badan menurun, dan tentu saja kekurangan gizi yang sangat diperlukan untuk tumbuh kembangnya.

Tabel Tinggi Dan Berat Badan Bayi Perempuan Dan Laki-Laki Menurut WHO

Kali ini ITSTIME.ID akan merangkum tentang Feeding Rules 2.30.2.

Apa arti Feeding Rules 2.30.2 MPASI?

Berikut rangkumannya. Sumber ditulis di akhir artikel.

Dalam sebuah penelitian menunjukkan bahwa penyebab masalah makan yang paling banyak adalah inappropriate feeding practice.

Inappropriate feeding practice adalah perilaku makan yang salah, tidak mengikuti feeding rules atau pemberian makanan yang tidak sesuai usia.

Feeding rules adalah aturan dasar pemberian makan.

Bagaimana sih feeding rules yang benar?

Feeding rules atau aturan pemberian makan yang benar adalah:

Jadwal – ada jadwal makanan utama dan makanan selingan (snack) yang teratur, yaitu tiga kali makanan utama dan dua kali makanan kecil di antaranya. Susu dapat diberikan dua-tiga kali sehari. Waktu makan tidak boleh lebih dari 30 menit. Hanya boleh mengonsumsi air putih di antara waktu makan.

Lingkungan – lingkungan yang menyenangkan (tidak boleh ada paksaan untuk makan). Tidak ada distraksi (mainan, televisi, perangkat permainan elektronik) saat makan. Jangan memberikan makanan sebagai hadiah.

Prosedur – dorong anak untuk makan sendiri. Bila anak menunjukkan tanda tidak mau makan (mengatupkan mulut, memalingkan kepala, menangis), tawarkan kembali makanan secara netral, yaitu tanpa membujuk ataupun memaksa. Bila setelah 10-15 menit anak tetap tidak mau makan, akhiri proses makan.

Apa arti pola makan atau metode feeding rules 2.30.2 ?

Metode 2-30-2 adalah cara penjadwalan makan yang bertujuan untuk mengenalkan konsep lapar dan kenyang. Caranya sebagai berikut:

2 jam sebelum jam makan : Tidak boleh mengonsumsi ASI, susu formula dan snack. Dalam waktu ini, Anda hanya boleh memberikan air putih dalam jumlah sedikit.

30 menit waktu makan maksimal : Saat memberikan si kecil makanan, usahakan agar si kecil menghabiskan makanannya dalam 30 menit saja. Jika sebelum 30 menit anak sudah tidak tertarik terhadap makan, segera hentikan proses makan. Begitu juga, bila makanannya tidak kunjung habis dalam 30 menit.

2 jam setelah jam makan : Tidak boleh mengonsumi ASI, susu ataupun snack. Anda bisa memberikan air putih dalam jumlah yang sedikit dalam rentang waktu ini.

Ikuti langkah-langkah cermat sesuai anjuran IDAI berikut ini :

Lakukan:

1. Teratur mengonsumsi makanan utama dan snack. Makanan utama perlu diberikan 3 kali sehari, dan dua kali snack di antaranya. Jika ingin memberikan susu, makan berikanlah 2-3 kali saja sehari, sekitar 500-600 ml/hari).

2. Batasi waktu makan anak, maksimal 30 menit per sesi makan. Lebih dari itu, artinya anak sudah tertarik dengan makanan, atau mungkin belum lapar.

3. Pastikan lingkungan saat makan sudah menarik. IDAI menyarankan untuk membiasakan makan bersama keluarga di meja makan. Jika tidak memungkinkan, setidaknya selalu latih Si Kecil untuk makan di meja makan.

4. Dukung anak untuk makan sendiri. Jika anak terlihat tidak tertarik dengan makanan yang Anda tawarkan (atau mungkin ia menutup mulutnya rapat-rapat), tawarkan kembali tanpa memaksa.

5. Bila setelah 10-15 menit anak tetap tidak mau makan, akhiri saja proses makan tersebut. Latih anak untuk mengenali rasa kenyang dan laparnya sendiri.

Jangan lakukan:

1. Jangan pernah memaksa Si Kecil untuk makan, apalagi sampai memarahinya. Hal ini dapat mengakibatkan trauma, yang membuat anak semakin tidak tertarik untuk makan.

2. Jangan membiasakan anak makan sambil melakukan aktivitas lain, seperti menonton televisi, berjalan-jalan, atau bermain.

3. Saat makan, jangan berikan Si Kecil minuman lain selain air putih.

4. Jangan menjadikan makanan sebagai reward atau hadiah.

Salah satu kunci dari anak mau makan adalah rasa lapar. Bagaimana membuat anak merasa lapar?

Buat jadwal makan. Lazimnya 2-3 jam sebelum waktu makan, kosongkan perutnya. Jangan ‘dirusak’ oleh cemilan bahkan oleh proses menyusui. Hanya berikan cemilan pada jam snack ya. Jangan pas lewat meja, ambil biskuit. Lewat dapur, ambil kerupuk. Mampir warung, ngemil permen.

Atur proses menyusui. Sering ibu yang menyusui, tidak mengatur pola menyusuinya dengan baik. Kapan pun anak minta, disusui. Anak jatuh, disusui. Anak rewel, disusui. Kalau tidak dijarakkan dari makan, kapan anak merasa lapar?

Kenali makanan favorit anak. Berikan anak makanan yang dia suka. Ini tugas ibunya, mengamati makanan apa yg disukai anak. Seringkali, batita itu pembosan dan pemilih. Bahkan tidak jarang anak yang “musuhan” dengan nasi. Jangan khawatir, karbohidrat kan banyak selain nasi. Orang bule juga tinggi2 meski makannya roti dan kentang. Nasi juga bisa divariasikan, dibuat lontong, lontong isi, nasi uduk, nasi kuning, nasi goreng.

Sumber :

1. https://www.motherandbaby.co.id/

2. https://www.yesdok.com/

3. https://pediatricianonline.wordpress.com/

4. https://inspirasipagi.id/ (Featured Image)

Be First to Comment

    Leave a Reply