Saat artikel ini ditulis dunia persahaman sedang sedikit gempar.

Awalnya dimulai dari harga yang tidak wajar dari harga saham sektor farmasi seperti KAEF, INAF IRRA yang disusul kenaikan tidak wajar saham ANTM dan BRIS dan ditutup dengan ARBnya semua saham itu dan semua saham di IHSG.

Bahkan IHSG yang pernah menembus 6435 harus turun terus dan di posisi 5862.

Investor ritel mulai menangis karena ARB berhari-hari.

Mau KELUAR Saat ARB Berjilid-Jilid? Pake Fitur GTC (Good Till Cancel) Aja

Keuntungan yang diidam-idamkan saat masuk bulan November dan Desember 2020 langsung hangus di akhir Januari 2021 ini.

Dan lebih parahnya banyak yang menggunakan anggaran yang “sangat panas” karena melihat potensi keuntungan di saham. Ada yang menggunakan uang sekolah, uang kuliah, uang arisan hingga uang pinjaman. Di era bulan November dan Desember 2020 sampai muncul anekdot kalo monyet pun bisa untung jika beli saham di IHSG.

Konsep Uang Panas dan Uang Dingin Yang Tidak Tepat Di Dunia Saham

ITSTIME.ID ingin membagikan sedikit tips apa saja yang TIDAK BOLEH dilakukan di dunia saham

1. Masuk ke dunia saham tanpa ilmu

Masuk ke dunia saham HARUS memiliki ilmu basic minimal bisa memilih mana saham perusahaan yang berfundamental bagus atau tidak.

Cara Mencari Saham Berfundamental Bagus Dan Rutin Membagikan Dividen

Jangan sampai sudah masuk ke dunia saham kemudian rugi kemudian menyalahkan kalo saham itu judi.

2. Membeli saham karena ikut-ikutan grup atau karena omongan orang

Sekarang banyak sekali grup-grup atau individu yang menawarkan beberapa hal seperti :

  • stockpick setiap hari (nama-nama saham yang berpotensi naik)
  • jualan kelas atau seminar
  • pompom saham tertentu
Artikel Menarik  ULTJ : Minum Susu Dan Teh Kotaknya, Beli Saham Perusahaannya

Padahal kalian harus tau terkait grup-grup seperti itu. Silahkan dibaca selengkapnya disiniĀ 

3. Belum siap kehilangan uang

Dalam dunia apapun pasti ada keuntungan ada kerugian. Begitu juga dengan dunia saham. Semua orang pasti pernah rugi dan kita juga harus siap-siap mengalami cepat atau lambat.

Yang membedakan adalah orang-orang yang sukses di dunia saham sudah memperkirakan resiko kerugian yang akan ditanggung sehingga jika benar-benar mengalami kerugian tidak terlalu sedih.

Baca disini tentang Menjaga Uangmu Tetap Aman Lebih Baik Daripada Mengincar Profit Berlebihan

4. Menggunakan dana yang tidak semestinya seperti uang pinjaman maupun uang yang dalam waktu di bawah 6 bulan akan digunakan.

5. Pikiran masih kalah dengan emosi yang menyebabkan gampang panik

Banyak dari kita yang sebenarnya sudah mahir menganalisa suatu saham sehingga bisa menemukan saham yang undervalue dan berfundamental bagus.

Tapi sayangnya tidak semua orang bisa untuk menjaga emosi saat saham yang sudah kita beli dengan analisa yang mumpuni ternyata turun terus menerus.

Baca tentang emosi di bawah ini ya

Analisa Dalam Investasi Saham Tidak Berguna Jika Emosi Masih Mengikuti

6. Ingin cepat kaya secara instan

Poin no 6 ini juga banyak yang dilakukan oleh para pemula.

Kisah sukses para influencer saham membuat mereka begitu yakin untuk masuk ke dunia saham dengan harapan cepat kaya secara instan.

Padahal sekali lagi dunia saham sangat fluktuatif jika hitungannya masih minggu, bulan atau tahun. Tetapi jika ditarik minimal selama 5 tahun baru terlihat progressnya selalu ke atas.

Sumber :

1. https://cdn.abcotvs.com (Featured Image)

Author: Ahmad Muttaqin

Penyuka teknologi yang sedang belajar tentang finansial dan terobsesi dengan dunia kesehatan. Hobi mereview makanan juga terutama yang warung under rated.

Leave a Reply