Apakah Menyikat/ Menggosok Gigi Saat Berpuasa Menggunakan Odol Membuat Puasanya Batal? – ITS TIME

Apakah Menyikat/ Menggosok Gigi Saat Berpuasa Menggunakan Odol Membuat Puasanya Batal?

Salah satu yang membatalkan puasa adalah memasukkan sesuatu ke 5 lubang berikut yaitu lubang mulut, lubang hidung, lubang telinga, lubang kencing dan lubang BAB.

Nah menggosok atau menyikat gigi juga memasukkan sesuatu ke mulut. Pertanyaannya apakah menyikat atau menggosok gigi membuat puasanya batal?

ITSTIME.ID merangkum dari berbagai sumber tentang hukum menyikat gigi saat berpuasa apakah membatalkan puasa atau tidak. Sumber di akhir artikel.

Lembaga-lembaga fatwa dunia seperti Majma’ al-Fiqh al-Islamy, Dar al-Ifta’ Mesir, al-Lajnah ad-Da’imah li al-Ifta’ Arab Saudi, menetapkan putusan tidak batalnya puasa seorang yang menggunakan pasta gigi atau pembersih mulut lainnya, saat berpuasa dan hendak membersihkan mulut dari bau mulut (halitosis/oral malador) yang mengganggu.

Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahullah ketika ditanya apa hukum menggunakan pasta gigi saat berpuasa, jawaban beliau, “Membersihkan gigi saat dengan pasta gigi tidak membatalkan puasa sebagai siwak. Hal ini selama menjaga diri dari sesuatu yang masuk dalam rongga perut. Jika tidak sengaja ada sesuatu yang masuk di dalam, maka tidak batal.” (Majmu’ Fatawa Ibnu Baz, 15: 260. Dinukil dari Fatwa Al-Islam Sual wa Jawab no. 108014).

Muhammad Anis Sumaji dan Najmuddin Zuhdi dalam 125 Masalah Puasa (2008) menuliskan bahwa menggunakan siwak atau sejenisnya, seperti sikat gigi dengan pasta gigi, dibolehkan saat berpuasa (hal 49). Alasannya, sikat gigi, baik menggunakan odol maupun tanpa pasta, sebatas memasukkan sesuatu ke dalam mulut, yang kemudian dikeluarkan lagi. Oleh karena itu, sikat gigi dianggap tak membatalkan puasa.

Sikat gigi dan tambahan odol untuk membersihkan mulut ini dianggap tidak membatalkan puasa, disimpulkan dari qias melalui hadis yang diriwayatkan dari Abdullah bin ‘Abbas, ia berkata: “Tidak mengapa seseorang mencicipi kuah makanan atau suatu makanan, selama tidak sampai tertelan ke tenggorokan, saat ia berpuasa,” (HR. Ibnu Abi Syaibah dan Baihaqi).

Imam Nawawi dalam kitab al-Majmu’, syarah al-Muhadzdzab menjelaskan:

لو استاك بسواك رطب فانفصل من رطوبته أو خشبه المتشعب شئ وابتلعه افطر بلا خلاف صرح به الفورانى وغيره

Artinya: Jika ada orang yang memakai siwak basah. Kemudian airnya pisah dari siwak yang ia gunakan, atau cabang-cabang (bulu-bulu) kayunya itu lepas kemudian tertelan, maka puasanya batal tanpa ada perbedaan pendapat ulama. Demikian dijelaskan oleh al-Faurani dan lainnya. (Abi Zakriya Muhyiddin bin Syaraf an-Nawawi, al-Majmu’, Maktabah al-Irsyad, Jeddah, juz 6, halaman 343).

Jadi, bagi orang yang berpuasa hendaknya berhati-hati saat melakukan sikat gigi dengan menggunakan odol karena jika memang tidak ada air atau pasta yang masuk tenggorokan sama sekali, puasanya memang tidak batal. Namun apabila ada sedikit saja air atau pasta yang tertelan walaupun tanpa sengaja, puasanya batal.

Pembahasan belum selesai tetapi masih ada hal lain yang perlu diperhatikan yaitu tentang hukum bersiwak atau mengoosk gigi setelah waktu dzuhur.

Isnan Ansory dalam Pembatal Puasa Ramadan dan Konsekuensinya (2019), menurut ulama Mazhab Syafi‘i dan Mazhab Hanbali, hukumnya makruh bagi orang yang berpuasa bila telah melewati waktu zhuhur hingga sore hari (hal 22-23).

Sumber :

1. https://tirto.id/hukum-sikat-gigi-saat-berpuasa-di-bulan-ramadhan-apakah-boleh-fdS6

2. https://islam.nu.or.id/post/read/90733/hukum-gosok-gigi-dengan-pasta-bagi-orang-berpuasa-

3. https://www.republika.co.id/berita/qrnxfd430/hukum-menggosok-gigi-dan-mencicipi-makanan-saat-berpuasa

4. https://rumaysho.com/11267-sikat-gigi-saat-puasa-batalkah-puasa.html

Leave a Reply