Press "Enter" to skip to content

Aqiqah Dulu Atau Qurban Dulu?

Ketika memasuki bulan Dzulhijjah kalender Islam, akan banyak sekali pertanyaan terkait aqiqah dulu atau qurban dulu.

Pertanyaan di atas sangat bagus karena sangat ingin beribadah cuma memang takut salah langkah manakah yang lebih utama, aqiqah dulu atau qurban dulu.

Apakah orang yang belum aqiqah, berkurbannya tidak sah?

ITSTIME.ID merangkum dari video Buya Yahya untuk menjawab pertanyaan di atas.

Berikut isi dari video di atas

Aqiqah dan Qurban hukumnya sunnah.

Yang harus diketahui terlebih dahulu adalah aqiqah itu disunnahkan untuk orang tua yang mempunyai anak.

Contoh dari penulis. Yang sunnah untuk mengaqiqahkan penulis adalah ayah dari penulis. Batas waktunya sampai penulis baligh.

Jika penulis mempunyai anak maka penulis mempunyai sunnah untuk mengaqiqahkan anak kami.

Bagaimana kalo penulis mengaqiqahkan diri sendiri? Hukumnya hanya seperti sedekah…Boleh.

Masuk ke pertanyaan aqiqah dulu atau qurban dahulu?

Aqiqah sebaiknya dilakukan seteah hari ke 7 namun bisa dilakukan lebih dari itu sampai anak akil baligh.

Jika kondisinya adalah hari ke 7 adalah pas hari raya idul adha maka lebih baik qurban dahulu dibanding aqiqah karena qurban waktunya hanya sedikit sedangkan aqiqah waktunya lama.

Penjelasan tentang hukum aqiqah dan hukum berqurban yang ITSTIME.ID kutip dari web https://bincangsyariah.com/

1. Kurban lebih utama dibanding aqiqah.

Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa kurban wajib dilakukan sekali dalam setiap tahun bagi orang yang tinggal di kota.

Sementara selain Imam Abu Hanifah seperti Imam Syafii berpendapat bahwa kurban hukumnya sunah muakkad atau sangat dianjurkan. Meski hukumnya sunah muakkad, makruh hukumnya tidak berkurban bagi orang yang mampu.

Aqiqah hukumnya sunnah dan bahkan ada yang mengatakn mubah.

Dalam kitab Alfiqhul Islami Wa Adillatuhu disebutkanjumhur ulama sepakat bahwa hukum akikah adalah sunah dan tidak wajib. Bahkan ulama Hanafiyah mengakatan bahwa akikah hanya mubah dan tidak disunahkan karena perintah berkurban menghapus perintah akikah.

2. Perintah Qurban ditujukan kepada setiap orang yang sudah mukallaf dan memiliki kemampuan untuk berkurban. Sementara aqiqah ditujukan kepada seorang ayah yang mempunyai anak.

Jika ayahnya tidak melakukan aqiqah untuk anak tersebut sampai anak akil baligh, maka hukum aqiqah yang sunnah itu sudah selesai dan anak tidak dituntut untuk melakukan sendiri.

Hanya saja jika anak sudah mampu, maka diperkenankan melakukan aqiqah untuk dirinya sendiri.

Sumber :

1. https://www.youtube.com/watch?v=VYYwT45QdhA

2. https://bincangsyariah.com/

Be First to Comment

    Leave a Reply