Bolehkah Bayi Diimunisasi Saat Batuk Pilek/ Flu? – ITS TIME

Bolehkah Bayi Diimunisasi Saat Batuk Pilek/ Flu?

Bagi orang tua yang sedang memiliki bayi pasti akan menyiapkan waktu untuk melakukan imunisasi.

Ada beberapa imunisasi yang sebaiknya dilakukan.

Namun kadangkala waktu yang sudah ditentukan saat imunisasi berbarengan dengan kondisi bayi yang sedang batuk pilek atau flu.

Pertanyaannya apakah boleh bayi yang sedang batuk pilek/ flu diimunisasi?

ITSTIME.ID merangkum tentang bolehkah bayi diimunisasi saat batuk pilek dari berbagai sumber. Artikel ini hanya sekadar informasi. Untuk lebih jelas silahkan ditanyakan ke dokter.

Imunisasi merupakan pencegahan primer terhadap penyakit infeksi yang paling efektif dan murah sehingga mereka terlindungi dari penyakit serius seperti campak, polio, hepatitis, dan DPT.

Penelitian yang diterbitkan di Jurnal Sari Pediatri menyebutkan bahwa imunisasi bukan saja dapat melindungi individu dari penyakit yang serius namun dapat juga menghindari tersebarnya penyakit menular.

Sedangkan KidsHealth menjelaskan bahwa imunisasi merupakan cara untuk menciptakan kekebalan terhadap beberapa penyakit.

Yang selalu jadi pertanyaan orang tua adalah apakah bayi boleh imunisasi saat batuk pilek? Apakah ini akan membahayakan kondisi tubuh bayi?

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia, bayi yang sedang sakit ringan seperti batuk pilek, diperbolehkan tetap imunisasi, kecuali jika bayi sangat rewel dan disertai demam tinggi, maka imunisasi dapat ditunda satu hingga dua minggu kemudian.

Hal ini juga dikatakan oleh Stanford Children Health, bayi masih dibolehkan imunisasi saat batuk pilek, infeksi telinga, demam ringan, diare ringan dan penyakit ringan lainnya.

Selain itu, periksa suhu tubuh bayi saat mau sedang batuk pilek dan mau diimunisasi. Menurut Center for Disease Control dan Prevention AS, jika suhu tubuh bayi di atas 38 derajat celsius sebaiknya pemberian vaksin ditunda dulu.

Melansir tulisan Ivaccinate, kondisi anak yang tidak boleh imunisasi seperti kondisi kesehatan kronis misalnya kanker, sistem kekebalan tubuh yang lemah (sedang kemoterapi atau menjalani pengobatan tertentu), dan ada reaksi alergi terhadap vaksin.

dr Meta Hanindita SpA dari RSUD Dr Soetomo Surabaya menambahkan apabila anak sedang minum obat prednison 2 mg/kgbb/hari, dianjurkan menunda imunisasi 1 bulan setelah selesai pengobatan. Kemudian, untuk imunisasi tertentu, seperti cacar air, anak yang baru mendapat transfusi darah juga sebaiknya menunda imunisasi. Hal ini dilakukan agar imunisasi pada anak efektif.

Apakah yang akan terjadi jika anak tetap diimunisasi meski sedang sakit? Apakah hal itu bisa membahayakan?

Sebenarnya memberi vaksin/imunisasi pada anak yang tengah sakit hampir tidak akan memberikan efek apapun yang dapat membahayakan tubuh. Hanya saja pemberian vaksin mungkin tak akan bisa optimal dan obat tidak bekerja dengan baik dalam meningkatkan kekebalan tubuh anak.

Memberi vaksin pada anak yang sedang sakit sebenarnya tidak akan membuat sakitnya menjadi lebih parah. Hanya saja jika anak sakit sebaiknya pemberian vaksin memang tidak dipaksakan pada anak. Selain tak dapat diserap tubuh dengan baik, memberi suntikan saat anak sakit mungkin hanya akan menambah rasa sakit dan nyeri pada seluruh bagian badan Si Kecil.

Hal itu bisa membuat anak menjadi lebih rewel, dan tak menutup kemungkinan tubuhnya akan mengeluarkan respon yang berlebihan sebagai sugesti dari rasa sakit. Akhirnya anak mungkin akan memuntahkan makanan, dan terus menangis. Alih-alih membuat anak sehat, kondisi ini malah bisa membuatnya menjadi lebih sakit dan memperlambat proses pemulihan.

Sumber :

1. https://www.orami.co.id/magazine/bolehkah-bayi-imunisasi-saat-pilek-dan-batuk/

2. https://kumparan.com/kumparanmom/bolehkah-bayi-diimunisasi-saat-pilek-1546572787782498830/full

3. https://health.detik.com/anak-dan-remaja/d-2928265/anak-diimunisasi-saat-sedang-batuk-atau-pilek-boleh-atau-tidak

4. https://www.halodoc.com/artikel/sedang-sakit-bolehkah-anak-divaksin-

Leave a Reply