Categories
Kesehatan

Buat Para Ibu Hamil : “Hati-Hati” USG Berkali-Kali Dan Berbeda-Beda Lokasi

Artikel ini adalah cerita kami saat kehamilan anak pertama. Kami menikah Agustus 2019 dan alhamdulillah di bulan September 2019 langsung diberi amanah.

Ekspresi kami jelas sangat bahagia walopun ada sedikit kekhawatiran karena kebetulan saya dan suami kenal melalui proses taaruf jadi memang belum terlalu kenal secara mendalam.

Namun situasi itu tidak membuat kami hanya bingung-bingung saja tanpa langkah. Kami langsung mulai membaca tentang kehamilan seperti kondisi tentang awal-awal kehamilan, problematika awal kehamilan dll termasuk tentang USG.

Saat mengetahui hamil, kami tidak langsung ke USG tetapi menunggu sampai usia 4 bulan. Kami hanya periksa di Puskemas dan hasil perhitungan HPHT dari Puskesmas didapat HPL-nya awal bulan Mei 2020 tepatnya 04 Mei 2020.

Setelah usia kehamilan 4 bulan kami baru melalukan USG dengan dokter SpOG di salah satu rumah sakit di Yogyakarta. Dari hasil analisa USG yang pertama kami mengetahui beberapa hal seperti berat badan janin, HPL versi USG pertama dan lain-lain.

Nah yang akan kami ceritakan adalah tentang berat janin dan HPL.

Di USG pertama ini didapat berat janin yang wajar dengan usia kehamilan dan HPLnya akhir Mei 2020 atau 21 Mei 2020.

Semua berjalan seperti biasanya dan kami hanya periksa rutin ke Puskesmas per bulannya.

Sampai di suatu hari di Bulan Januari kami berencana USG kedua di Bidan dekat rumah orang tua.

Kami USG kedua ini dengan tujuan

1. Mengetahui tentang kondisi janin seperti berat badan janin dll

2. Mengetahui HPL

3. Tanya-tanya jika melahirkan di bidan fasilitas apa saja dan biayanya berapa.

4. Persiapan melahirkan di rumah orang tua dan jarak dengan Bidan.

Saat USG kedua ini keluar ternyata ada perbedaan dengan USG pertama.

Berat badan janin ternyata kurang dibanding usia kehamilan dan HPL-nya menjadi mundur sekitar 31 Mei 2020.

HPL yang mundur tidak menjadi masalah bagi kami. Yang kami fokuskan hanyalah berat janin yang ternyata kurang dan kami pun mulai mencari ilmu tentang bagaimana caranya memperbesar janin.

2 bulan berjalan dan kehamilan memasuki usia 8 bulan atau di Bulan April 2020 kami kembali melakukan USG yang artinya ini adalah USG yang ketiga. USG ketiga ini dilakukan di rumah sakit yang sama dengan USG pertama.

Kami memang mendapat beberapa masukan tentang USG yang sebaiknya dilakukan per bulan jika sudah memasuki usia 8 bulan dan periksa rutin 2 minggu sekali sampai HPL.

Hasil dari USG ini adalah ada perbedaan HPL lagi namun dokter SpOG yang menangani mengikuti HPL dengan USG pertama. Aman.

Kami relatif tenang karena semua sesuai standar. Namun kami akhirnya uji coba lagi melakukan USG yang keempat di bidan dekat kontrakan.

Mengapa? Karena ternyata di Bulan April 2020 ada pandemi corona dan kami akhirnya membatalkan melahirkan di dekat orang tua. Selain itu kami juga sekalian mencari informasi terkait fasilitas dari klinik dan biayanya.

USG keempat dilakukan oleh bidan senior dan ternyata hasilnya malah membuat kami stres.

Berat badan janin turun drastis dan tidak sesuai dengan usia kehamilan. HPL juga mundur sangat lama menjadi pertengahan Juni 2020.

Saat pulang kami stres. Musim pandemi, berat janin berbeda bahkan sangat kurang dan HPL mundur sangat lama bahkan berbeda 1 bulan dengan HPHT dari Puskesmas dan ternyata Hb saya di bawah standar.

Kami hanya mencoba tenang dan menganalisa beberapa hal seperti kemungkinan perbedaan cara membaca USG dan bagaimana caranya menaikkan berat badan janin dan menaikkan HB.

Kami bertanya ke teman, saudara, orang tua dan melalui internet untuk mencari alternatif lain. Salah satu artikel yang saya baca ada di website The Asian Parent.

Di artikel ini USG selama kehamilan tak selamanya akurat, ini 4 kesalahan yang kerap dilakukan dokter, dijelaskan kemungkinan-kemungkinan bahwa dokter pun bisa salah dalam membaca hasil USG.

Waktu terus berjalan dan usia kehamilan memasuki HPHT yaitu 04 Mei 2020.

Kami mulai bingung apakah langsung menuju ke bidan atau menunggu sampai tanggal 21 Mei 2020 sesuai HPL dari USG pertama.

Karena kami ada rasa khawatir dan sepertinya belum ada tanda-tanda kontraksi, akhirnya tanggal 09 Mei 2020 atau 5 hari setelah HPHT kami kembali periksa ke klinik dan ternyata langsung disarankan untuk ke Puskesmas karena memang sudah lewat dari HPHT dan hasil cek HB di tempat USG keempat yang menunjukkan HB di bawah standar.

Tanggal 11 Mei 2020 kami kembali periksa ke Puskesmas untuk mengecek kondisi janin seperti berat janin, tinggi fundus dan HB.

Alhamdulillah hasilnya semua baik dan kami harus langsung dirujuk ke rumah sakit.

Kami memilih rumah sakit yang kami gunakan untuk USG pertama dan ketiga.

Sampai di rumah sakit kami langsung kembali di USG dan ternyata sudah ada sedikit pengapuran dan kami langsung direkomendasikan untuk melahirkan segera dengan jalan induksi.

Tanggal 11 Mei 2020 jam 18.00 diinduksi, tanggal 12 Mei 2020 jam 01.25 atau setelah 7 jam kemudian bayi kami yang berjenis kelamin perempuan lahir dengan selamat dan hanya ada sedikit kendala di pernafasan.

Itulah cerita kami tentang kehamilan dan USG.

Awalnya kami berharap USG yang sering semakin menambah pengetahuan kami tentang kondisi janin, tapi ternyata USG dengan berbagai dokter dan bidan justru malah menghasilkan kekhawatiran lain.

Sumber :

1. Sumber : https://cdn-cas.orami.co.id/ (Featured Image)

ARTIKEL PILIHAN

Leave a Reply