Cara Menghitung Harga Wajar Saham Menggunakan Rumus Dividend Discount Model – ITS TIME

Cara Menghitung Harga Wajar Saham Menggunakan Rumus Dividend Discount Model

Dividen merupakan salah satu alasan mengapa orang investasi di dunia saham selain capital gainnya.

Dividen merupakan bukti bahwa perusahaan tersebut memperhatikan para investornya.

Namun dengan dinamika yang ada justru dividen bisa menjadi bumerang bagi investor kecil atau investor ritel atau investor plankton.

Jika tidak hati-hati malah bisa terjebak dengan dividen trap. Apa saja bentuk dividen trap yang ada? Baca selengkapnya disini Waspadai 5 Dividen Trap Yang Ada di Bursa

Di artikel kali ini ITSTIME.ID tidak akan membahas tentang dividen trap, tetapi justru akan membahas bagaimana caranya mencari harga wajar saham menggunakan dividen atau yang lebih populer disebut Dividen Discount Model (DDM).

Cara Menghitung Harga Wajar Saham Menggunakan Rumus Graham Number

Cara Menghitung Harga Wajar/ Nilai Intrinsik/ Valuasi Saham Ala Benjamin Graham

Artikel ini merupakan rangkuman dari berbagai sumber. Sumber bisa dilihat di akhir artikel

Dividen Discount Model merupakan adalah perhitungan harga saham sekarang yang menyatakan bahwa nilai saham sama dengan present value dari semua dividen yang diharapkan di terima di masa yang akan datang. Pada metode ini diasumsikan bahwa kinerja keuangan (laba bersih) perusahaan (emiten) cenderung stabil (konstan) dan besaran dividen yang dibagikan jumlahnya tetap.

Dividen Discount Model ini ada 2 yaitu

1. Dividen Discounted Model Pertumbuhan Nol, dividen yang dibayarkan diasumsikan “selalu sama” atau tidak mengalami pertumbuhan sepanjang waktu (Tandelilin, 2010).

Rumusnya HW : D/R

Harga wajar (HW) adalah rasio dari dividen (D) dibagi dengan asumsi tingkat imbal hasil per tahun yang diinginkan (R).

Misalnya perusahaan ABCD membagikan dividen tiap tahun secara tetap sebesar Rp100,00 per lembar saham. Sedangkan asumsi tingkat imbal hasil per tahun yang diinginkan adalah sebesar 10%, maka harga wajar saham ABCD adalah :

Harga Wajar

= Rp100,00 / 0,10

= Rp 1000

Oleh karena itu harga saham ABCD yang akan kita beli, tidak boleh lebih dari Rp 1000 per lembar. Namun model DDM Pertumbuhan Nol ini memiliki kelemahan, karena dalam kenyataannya hampir tidak ada perusahaan yang statis (tidak bertumbuh).

2. Dividen Discounted Model Pertumbuhan Konstan (gordon) atau Constant Growth DDM atau biasa disebut Gordon Model sesuai nama penemunya Myron Gordon yaitu penentuan nilai saham jika dividen yang akan dibayarkan mengalami “pertumbuhan secara konstan” selama waktu tak terbatas (Tandelilin, 2010).

Rumusnya : HW : D/(R-G)

Harga wajar (HW) adalah rasio dari dividen (D) dibagi dengan asumsi tingkat imbal hasil per tahun yang diinginkan (R) yang dikurangi dengan tingkat pertumbuhan dividen (G).

Berikut dividen yang diberikan oleh ABCD selama 5 tahun terakhir dengan kenaikan rata-rata 5%

sumsi tingkat imbal hasil per tahun yang diinginkan adalah sebesar 10%, maka harga wajar saham ABCD adalah :

HW : D/(R-G)

= Rp121,54 / (0,10-0,05)

= Rp 2430,8

3. Dividen Discounted Model Pertumbuhan Tidak Konstan, model ini menggunakan asumsi bahwa terkadang perusahaan mengalami pertumbuhan yang sangat tinggi diatas rata – rata pasar, tetapi terkadang mengalami pelemahan. Maka, penentuan nilai saham ini digunakan jika dividen yang akan dibayarkan mengalami pertumbuhan secara tidak konstan (Tandelilin, 2010).

Untuk contoh no 3 ITSTIME.ID mohon maaf karena belum menemukan

Sumber :

1. https://www.syariahsaham.com

2. http://www.bigbrothersinvestment.com/detailpost/cara-menghitung-valuasi-saham-metode-ddm

Leave a Reply