Press "Enter" to skip to content

Cara Menghitung Harga Wajar/ Nilai Intrinsik/ Valuasi Saham Ala Benjamin Graham

Editor : Ahmad Muttaqin

Bagi seseorang yang ingin investasi saham, pastilah mencari saham terbaik yang akan disimpan dalam waktu beberapa lama.

Salah satunya adalah dengan cara mencari valuasi saham dari perusahaan atau mencari nilai instrinsik suatu saham.

Apa itu valuasi saham? Valuasi saham atau nilai instrinsik saham adalah harga asli suatu saham yang didasarkan pada kinerja perusahaan.

Mengapa mencari nilai valuasi atau harga wajar saham itu perlu? Agar kita tahu harga saham sekarang di pasar apakah sudah mahal sekali atau belum.

Nah berikut ini rumus mencari nilai valuasi saham menurut Benjamin Graham dikutip dari buku “Investing Ideas : Kumpulan Ide Sederhana tentang Analisis Fundamental Saham” tulisan dari Parahita.

V : EPS x (8.5 + 2G) x (6,5/AAA)

V = Valuasi perusahaan atau nilai intrinsik perusahaan

EPS : Earning per Share

8.5 = P/E ratio wajar untuk perusahaan yang tidak tumbuh labanya

G = Tingkat pertumbuhan perusahaan

6.5 = Instrumen investasi yang memiliki risk free rate yang dapat digunakan adalah BI rate

AAA = Obligasi Bank Ekspor Indonesia

V : EPS x (8.5 + (2×15)) x (6,5/11.625)

15 = persentase kenaikan pertumbuhan laba perusahaan (Jika optimis sekali bisa diganti 20%)

11.625 = Obligasi Bank Ekspor Indonesia

Berikut contoh perhitungan rumus di atas untuk perusahaan Telkom (TLKM) dengan EPS tahun 2019 sampai dengan kuartal 3 (Kalian bisa ganti sendiri dengan EPS TLKM yang disetahunkan)

V = EPS x (8.5 + 2G) x (6,5/AAA)

V= 222 x (8.5 + (2 x 15) x (6,5/11.625)

V = 222 x 38.5 x 0.559

V = 4778

Kemudian dibagi lagi 50% sebagai Margin of Safety sebesar 50% sehingga hasilnya menjadi 4778 : 2 = 2389.

Jika saat artikel ini ditulis, harga saham TLKM sebesar Rp 3990 maka jika menggunakan harga wajar kalian masih bisa mendapat kenaikan capital gain 16%. Baca Mau Investasi Saham? Pilih Kenaikan Harganya Atau Dividen Tiap Tahunnya

Kalian bisa mulai mengumpulkan sahamnya mulai sekarang dan dihold paling tidak sampai mendekati atau sama atau bahkan lebih tinggi dari harga wajarnya.

Nah berikut contoh saham yang harganya sudah lebih mahal dibanding harga wajarnya yaitu ANTAM. Saat artikel ini ditulis harganya Rp 850 dan harga wajarnya dengan menggunakan EPS Tahun 2019 kuartal 3 sebesar 31 maka harga wajarnya hanya Rp Rp 667.

Gampang kan?

Disclaimer :

Apakah perhitungan ini 100% akurat? Menurut penulis tidak. Karena ada banyak sekali cara menghitung nilai harga wajar saham. Ini hanya sebagai salah satu alternatif saja,

Artikel Yang WAJIB Dibaca Juga
(Visited 1,599 times, 1 visits today)

Be First to Comment

    Leave a Reply