Press "Enter" to skip to content

Edukasi LENGKAP Tentang Hemoglobin Bagi Ibu Hamil : Pengertian, Penyebab, Bahaya Hingga Pencegahan HB Rendah

Editor : Ahmad Muttaqin

Kalo ada yang membaca artikel ini, ITSTIME.ID ucapkan selamat ya. Artinya ayah atau bunda sedang dalam proses kehamilan.

Jika bunda memeriksakan diri ke puskesmas saat awal kehamilan, maka salah satu elemen yang akan dicek adalah kadar HB sang ibu. Nah disini ITSTIME.ID akan merangkum pembahasan tentang hemoglobin ini dari berbagai sumber agar bisa dijadikan panduan.

Hb ini penting diperhatikan karena menurut Corazon Zaida N. Gamila, M.D., seorang pakar ginekologi dari Filipina

“Peran Zat Besi sebagai salah satu mikronutrisi yang dibutuhkan ibu selama kehamilan yang menentukan kualitas kesehatan anak di masa depan.

Anemia Defisiensi Besi (ADB) pada ibu hamil meningkatkan risiko terjadinya pendarahan, preeklampsia, dan infeksi. Ibu hamil yang menderita ADB juga berisiko melahirkan bayi dengan berat lahir rendah, bayi dengan anemia ataupun kekurangan zat besi, bahkan kematian pada bayi.

Apa itu hemoglobin?

Yang pertama kita harus ketahui adalah apakah hemoglobin itu.

Hemoglobin adalah protein kompleks dalam darah yang membantu mengangkut oksigen dan karbondioksida ke berbagai bagian tubuh.

Zat besi adalah komponen utama sel darah merah, maka nama hemoglobin – ‘haemo’ adalah singkatan dari besi dan ‘globulin’ adalah nama protein.

Anemia adalah kondisi medis di mana tidak ada cukup sel darah merah yang sehat untuk membawa oksigen ke jaringan di dalam tubuh. Ketika jaringan tidak menerima oksigen dalam jumlah yang memadai, banyak organ dan fungsi yang terpengaruh.

Tingkat hemoglobin pada perempuan rata-rata berkisar antara 12-16 g/dL.

Namun demikian, umumnya ibu hamil akan mengalami penurunan hemoglobin seiring bertambahnya usia kehamilan.

  • Trimester pertama: 11,6-13,9 g/dL
  • Trimester kedua: 9,7-14,8 g/dL
  • Trimester ketiga: 9,5-15 g/dL

Di bawah ini adalah nilai Hb rendah ibu hamil disertai kategori anemia:

  1. Nilai Hb 9-10,9 gram/ dL mengindikasikan anemia ringan.
  2. Nilai Hb 7-8,9 gram/ dL mengindikasikan anemia sedang.
  3. Nilai Hb <7 gram/ dL mengindikasikan anemia berat.

Dilansir dari World Health Organization (WHO), hb normal ibu hamil adalah 11.0 g/dL atau lebih. Jika hasil pemeriksaan darah menunjukan nilai hb di bawah ambang batas tersebut, maka indikasinya adalah hb rendah.

Charles Patrick Davis, MD, PhD, Clinical Professor Division of Emergency Medicine, UT Health Science Center di San Antonio, mengatakan bahwa wanita hamil disarankan untuk memiliki nilai hb yang cukup atau tidak tinggi dan juga tidak rendah.

“Wanita hamil sebaiknya menghindari kadar hemoglobin tinggi dan rendah. Kadar hemoglobin tinggi dapat memicu peningkatan risiko lahir mati dan sebaliknya kadar hemoglobin rendah memungkinkan untuk lahir dengan kondisi prematur,”

Penurunan kadar hemoglobinsaat hamil dianggap normal sampai rata-rata 10,5 g/dL. Penyebabnya, saat hamil volume darah akan meningkat hingga 50 persen untuk memberikan nutrisi penting kepada janin yang sedang berkembang.

Kemudian pada mulai usia kehamilan 8 minggu, kadar plasma darah akan menjadi lebih tinggi daripada sel darah merah pada ibu hamil. Akibat adanya penurunan konsentrasi sel darah merah dalam darah, kadar hemoglobin pun turun hingga 10,5 g/dL. Jika hemoglobin diketahui lebih rendah dari angka ini, segera cek ke dokter. (1)

Penyebab HB rendah?

1. Kekurangan gizi

Kurangnya zat besi, asam folat, dan vitamin B12 bisa menjadi penyebab rendahnya kadar Hb saat hamil. Hal ini karena ketiga nutrisi tersebut dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah.

Kekurangan zat besi, asam folat, dan vitamin B12 biasanya disebabkan oleh diet dan pola makan yang kurang sehat selama kehamilan.

2. Ketidakmampuan tubuh untuk menyerap zat besi yang dikonsumsi.

3. Pendarahan hebat karena menstruasi, ulkus atau polip, atau donor darah menyebabkan sel darah merah dihancurkan lebih cepat dari yang dapat diisi ulang.

4. Aktivitas fisik yang kurang dan terlalu lama berbaring.

5. Memiliki tekanan darah yang rendah.

6. Pengenceran Darah

Selama masa kehamilan, tubuh ibu hamil akan menyesuaikan diri. Darah ibu hamil akan mengalami pengenceran agar nutrisi bayi bisa tercukupi dan meringankan kerja jantung. Dengan demikian, volume darah ibu hamil akan bertambah.

Peningkatan volume darah lebih banyak pada pertambahan plasma darah. Jumlah sel darah merah dan hemoglobin tidak memiliki peningkatan yang seimbang dengan plasma darah. Hal ini membuat konsentrasi sel darah merah di dalam darah menjadi turun.

Nilai Hb pun juga ikut turun. Pengukuran konsentrasi hemoglobin di dalam sel darah merah ini akan terlihat pada nilai MCHC pada hasil pemeriksaan tes darah rutin atau Complete Blood Count (CBC).

7. Menderita kondisi medis tertentu

Saat hamil, Hb rendah juga bisa disebabkan oleh penyakit yang sudah diderita oleh ibu hamil, seperti thalassemia. Thalassemia merupakan kelainan genetik yang menyebabkan sel darah merah lebih cepat rusak. Hal ini akan mengakibatkan turunnya jumlah sel darah merah dan kadar Hb.

Hingga kini, penyakit thalassemia belum dapat dicegah. Penanganan thalassemia umumnya berupa transfusi darah rutin, transplantasi sumsum tulang, atau operasi pengangkatan limpa.

Selain penyebab di atas, beberapa faktor lain, seperti perdarahan yang berulang selama kehamilan, adanya keadaan anemia sebelum kehamilan, kehamilan di usia muda, muntah berlebihan, kehamilan yang terjadi berdekatan, juga bisa memicu terjadinya penurunan kadar Hb pada ibu hamil.

Bahaya HB rendah bagi ibu hamil?

Kadar hemoglobin yang rendah alias di bawah 10,5 g/dL dapat berdampak pada kesehatan ibu hamil. Oleh karena itu, penting untuk mengonsumsi suplemen zat besi selama kehamilan seperti yang disarankan oleh dokter. Berikut adalah beberapa efek samping kadar hemoglobin rendah selama kehamilan:

1. Cepat lelah dan lesu

Ibu hamil yang mengalami Hb rendah akan membuatnya cepat lelah dan lesu akibat kekurangan energi.

Hal ini menyebabkan seorang ibu hamil menjadi kurang produktif dan sering mengantuk meskipun sudah beristrahat.

2. Kulit wajah dan bibir tampak pucat

3. Sesak napas, bahkan saat beristirahat

Dampak buruk dari Hb rendah akibat kurang darah selanjutnya yaitu mengalami sesak napas.

Hal ini terjadi karena tubuh ibu hamil kekurangan oksigen, maka paru-paru akan bernapas dengan frekuensi yang lebih cepat untuk memenuhi kebutuhan oksigennya.

Sedangkan secara normal napas akan lebih cepat saat berlari. Namun ketika terjadi pada ibu hamil yang hanya berjalan sedikit saja tapi napasnya cepat, itu artinya ia memiliki Hb yang rendah.

4. Sering pusing

5. Ada peningkatan detak jantung

6. Tangan dan kaki mudah dingin

7. Kuku menjadi rapuh dan mudah patah

Kondisi ini dapat memburuk dengan adanya penurunan hemoglobin lebih lanjut jika tidak segera diatasi. Jika hemoglobin turun sampai mencapai angka 6g/dL, ibu hamil dapat mengalami angina. Dalam kondisi ini, ibu hamil akan mengalami sakit parah di dada yang perlahan-lahan bergerak ke lengan, bahu dan leher karena aliran darah ke jantung tidak mencukupi

8. Kelahiran Prematur

Dampak nilai Hb rendah pada ibu hamil akan merangsang kelahiran prematur. Ibu hamil akan melahirkan bayi sebelum masuk usia kandungan pada minggu ke-37.

9. Keguguran

Tidak hanya kelahiran prematur, dampak nilai Hb yang rendah pada ibu hamil juga menyebabkan masalah kehamilan yang lain. Ada kemungkinan, ibu hamil akan mengalami keguguran jika memiliki nilai Hb yang rendah.

10. Kejadian BBLR

Pada beberapa kasus ibu hamil yang mengalami penurunan nilai Hb, mungkin ada yang terbebas dari masalah prematuritas atau keguguran. Akan tetapi, ibu hamil dengan Hb rendah cenderung melahirkan bayi yang memiliki berat lahir rendah yaitu di bawah 2500 mg.

Bagaimana pencegahan agar HB tetap normal?

1. Mengonsumsi beragam makanan sehat

Penurunan kadar Hb erat kaitannya dengan kadar zat besi, asam folat, dan vitamin B12. Untuk mencegah kekurangan zat tersebut, ibu hamil disarankan untuk mengonsumsi sayuran hijau, seperti brokoli, bayam, selada, dan kubis; dan berbagai jenis buah, seperti bit, jambu biji, buah persik, apel jeruk, alpukat, melon, dan kiwi. Penyerapan zat besi juga akan menjadi lebih baik jika cukup mengonsumsi vitamin C

Selain itu, beragam jenis makanan, seperti daging, ikan, sereal, tahu, kacang-kacangan dan telur, juga bisa menjadi sumber zat besi. Mengonsumsinya secara rutin akan membantu memenuhi kebutuhan zat besi harian ibu hamil dan mencegah turunnya kadar Hb.

Namun, saat mengonsumsi daging, ikan, dan produk olahannya, pastikan sudah dimasak sampai benar-benar matang.

Selain itu telah diamati bahwa kelebihan asupan kalsium, gluten, dan kafein dapat menghambat penyerapan zat besi oleh tubuh. Oleh sebab itu, selama kehamilan sebaiknya membatasi asupan teh dan kopi, ya.

2. Memastikan waktu istirahat yang cukup

Selain mengonsumsi berbagai makanan sehat, ibu hamil juga harus cukup istirahat. Sebisa mungkin lakukan aktivitas dan kegiatan yang sesuai dengan kemampuan dan hindari melakukan aktivitas yang dapat menguras banyak energi.

3. Mengonsumsi suplemen

Biasanya dokter atau bidan akan memberikan suplemen penambah darah jika memang hb dari bunda rendah.

Meski penjelasan tentang hemoglobin (HB) di atas sudah lengkap, namun perlu diingat sebaiknya konsultasi ke dokter terlebih dahulu.

Sumber :

1. https://www.popmama.com/pregnancy/second-trimester/annas/hemoglobin-rendah-pada-ibu-hamil-penyebab-dan-cara-mengatasinya/2

2. https://www.popmama.com/pregnancy/third-trimester/bella-lesmana/dampak-buruk-hb-rendah-pada-ibu-hamil/4

3. https://www.alodokter.com/ketahui-penyebab-hb-rendah-pada-ibu-hamil-dan-cara-mengatasinya

4. https://id.theasianparent.com/hb-rendah-saat-hamil-9-bulan

5. https://id.theasianparent.com/bahaya-anemia-pada-ibu-hamil

6. https://parenting.orami.co.id/magazine/bisakah-ibu-hamil-hb-rendah-melahirkan-normal/

7. https://doktersehat.com/hb-normal-ibu-hamil/

8. https://www.honestdocs.id (Featured image)

Artikel Yang WAJIB Dibaca Juga
(Visited 32 times, 1 visits today)

Be First to Comment

    Leave a Reply