Categories
Finansial Saham

Harga Saham Terus Turun. Mending Hold Atau Cutloss?

Banyak sekali pertanyaan entah dari trader atau investor pemula saat IHSG berbalik arah dari ijo ke merah.

Walopun kita sudah analisa dengan mantap dan yakin tetapi kok saat sahamnya dibeli langsung turun jelas mempengaruhi psikologi.

Cara Mencari Saham Berfundamental Bagus Dan Rutin Membagikan Dividen

Padahal naik turunnya harga saham itu kalo dilihat sehari atau bahkan seminggu grafiknya jelas naik turun.

Tapi coba lihat grafiknya dalam kisaran minimal 1 atau 3 tahun, pasti ceritanya berbeda.

Nah menjawab dari pertanyaan hold atau cutloss ada beberapa hal yaitu :

1. Niatnya untuk trading atau investing

Niat ini jelas harus menjadi plan yang harus dipegang.

Jika ingin trading maaf ITSTIME.ID tidak terlalu mengetahui, tetapi jika ingin investing maka berapa lama waktu yang diperlukan.

Seharusnya investing itu minimal 3 tahun (aslinya sih lebih dari 5 tahun), tapi kok melihat saham turun terus dalam waktu 1 minggu kok cemas berarti ada yang salah dengan emosi kita.

2. Turun karena market risk atau company risk

Market risk itu karena isu-isu saja seperti kasus Maret 2020 kemaren yang harga sahamnya turun semua.

Sedangkan company risk memang perusahaannya yang sedang menurun dan ini segera dijual.

3. Strategi jual dan belinya

Poin 2 ini jelas menjadi acuan kapan kita akan menjual dan kapan kita akan membeli.

Jika kita ingin menjual di harga wajarnya kenapa saat harganya turun kok malah panik, padahal seharusnya kita punya kesempatan untuk average down.

Kapan Waktu Yang Tepat Menjual Saham?

Untuk strategi beli juga sama. Mengapa kita beli di harga tersebut?

Sebaiknya Saya Beli Saham Di Harga Berapa Ya?

4. Emosi

Emosi ini terus ITSTIME.ID ulang-ulang karena sebenarnya mencari saham bagus itu sangat-sangat gampang.

Analisa Dalam Investasi Saham Tidak Berguna Jika Emosi Masih Mengikuti

Ikuti aja suhu di bidangnya (di stockbit yang jelas-jelas menggunakan value investing ada om thowilz, jika mau quality investing ada om rajopangulu)

Mereka berdua memberikan saham-sahamnya, tetapi tidak semua orang sukses seperti beliau karena emosi tadi.

Tapi sebenarnya walopun kalian sudah menerapkan 4 hal di atas, masih ada 1 problem lagi yang membuat kalian selalu khawatir saat harga turun.

Apa itu? “Rasa kompetisi” dengan para trader atau investor lain terutama di grup-grup saham atau stockbit.

ITSTIME.ID pernah membahas hal ini disini Kalian Investasi/ Trading Atau Kompetisi Saham Sih Sebenarnya?

Jadi perbaiki keempat hal di atas dan hilangkan rasa berkompetisi maka kalian akan tetap tenang walopun saham merah.

Sumber :

1. https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net (Featured Image)

ARTIKEL PILIHAN

By Ahmad Muttaqin

Penyuka teknologi yang sedang belajar tentang finansial dan terobsesi dengan dunia kesehatan.

Hobi mereview makanan juga terutama yang warung under rated.

Leave a Reply