histats Press "Enter" to skip to content

Hati-Hati Dengan “Endowment Effect” : Menilai Saham “Yang Dimiliki” Terlalu Tinggi

Editor : Ahmad Muttaqin

Artikel ini terinspirasi dari tulisan om Pakalupapito. Kalian bisa membacanya disini

Dikutip dari web https://www.kubikleadership.com/

Endowment effect adalah kecenderungan dimana orang secara irrational menilai terlalu tinggi apa-apa yang telah dimilikinya, karena itulah orang tersebut mati-matian tidak mau melepaskannya (loss aversion).

Karena ITSTIME.ID membahas tentang saham maka kita akan menghubungkan endowment effect dengan saham.

Jadi ITSTIME.ID sudah menganalisa suatu saham dengan metode analisis fundamental dan menemukan saham yang bagus yaitu BTPS.

Panduan menganalisa fundamentalnya bisa dibaca disini

Contoh Memilih Saham Berfundamental Bagus Menggunakan RTI

Jika melihat rasio-rasio yang ada di artikel tersebut, BTPS hampir memiliki semua yang diinginkan kecuali 2 hal :

  1. Umur IPO perusahaan yang belum ada 5 tahun
  2. Dividen yang dibagikan di bawah 5%
  3. Harga yang naik turun tidak karuan

3 hal di atasbagi ITSTIME.ID untuk saat ini penting terutama yang dividen karena dari dividen inilah compound interestnya bekerja.

Baca artikel tentang compound interest atau bunga berbunga disini ya

Gimana Sih Cara “Menggandakan Uang” Yang Legal Dan Halal?

Tetapi disisi lain sudah merasa “cinta mati” dengan BTPS.

Akhirnya ITSTIME.ID merasa harus melakukan hal-hal berikut ini jika ada yang berani “menyentil” BTPS :

  • Mencari terus menerus informasi yang bisa dijadikan pembenaran bahwa apa yang sudah diambil adalah yang terbaik
  • Jika ada yang memberi informasi tetapi informasi tersebut cenderung “kontra dengan pilihan ITSTIME.ID” maka akan merasa tersinggung dan sebisa mungkin akan mendebat.
  • Berusaha mencari “teman” yang mempunyai pemikiran sama.

Tetapi dengan “berat hati” akhirnya ITSTIME.ID menjual BTPS.

Dan sekarang ternyata terkena endowment effect lagi dengan membeli sampe 15 saham yang menurut ITSTIME.ID memberi dividen di atas 10%.

Dikutip dari https://www.investopedia.com/

Research has identified two main psychological reasons as to what causes the endowment effect:

Ownership: Studies have shown repeatedly that people will value something that they already own more than a similar item they do not own, much in line with the adage, “A bird in the hand is worth two in the bush.” It does not matter if the object in question was purchased or received as a gift; the effect still holds.

Loss aversion: This is the main reason that investors tend to stick with certain unprofitable assets, or trades, as the prospect of divesting at the prevailing market value does not meet their perceptions of its value.

Berikut ini cerita tentang endowment effect yang dikutip dari web https://www.kubikleadership.com/

Saya pernah mendapat hadiah dari sahabat saya berupa cincin dengan batu bacan yang indah dan menawan. Cincin itu sering saya kenakan saat memberikan seminar, training atau perjalanan bisnis ke beberapa kota. Saat saya memberikan seminar di Bali, salah seorang peserta mendatangi saya dan berkata “pak, cincin bacannya bagus, mau dijual tidak?”

Saya yang tidak tahu menahu tentang batu cincin kemudian bertanya “berapa Anda berani bayar?” Lelaki yang juga pebisnis itu menjawab “apabila bapak lepas 30 juta rupiah langsung saya transfer sekarang.” Mendengar jawaban itu saya terkejut, saya kira harga batu cincin saya tidak lebih dari lima juta. Ternyata, batu cincin saya begitu bernilai dan saya pun memutuskan untuk tidak melepasnya.

Dan kini, saya sedikit menyesal karena ternyata batu cincin saya itu, bila saya jual dengan harga satu juta rupiah pun tidak ada yang mau membeli. Hehehehe… Dalam dunia bisnis, situasi seperti ini disebut endowment effect, kecenderungan dimana orang secara irrational menilai terlalu tinggi apa-apa yang telah dimilikinya, karena itulah orang tersebut mati-matian tidak mau melepaskannya (loss aversion).

Apakah anda pernah mengalami endowment effect di suatu saham?

Atau bahkan barang lain semisal batu akik, burung atau tanaman yang memang dulu pernah hits di Indonesia?

Sumber :

1. https://www.kubikleadership.com

2. https://www.investopedia.com/terms/e/endowment-effect.asp

3. https://miro.medium.com (Featured image)

Artikel Yang WAJIB Dibaca Juga
(Visited 32 times, 1 visits today)

Be First to Comment

Leave a Reply

Mission News Theme by Compete Themes.