Press "Enter" to skip to content

Ibu Hamil Makan Sate. Bolehkah?

Investasi Emas, Deposito, Saham

Sate merupakan salah satu makanan favorit di masyarakat Indonesia.

Hampir di setiap gang atau ujung jalan ada pedagang sate yang mangkal di pinggir jalan maupun langsung menjajakan sate dengan jalan kaki (Sate madura).

Ada banyak sekali ragam sate mulai dari sate ayam, sate kambing, sate sapi hingga ada juga yang menggunakan daging kelinci.

Namun kelezatan sate yang sedang dibakar ini akan mempunyai problem tersendiri bagi ibu hamil.

Pertanyaannya adalah apakah ibu hamil boleh makan sate?

Ya ibu hamil sebenarnya boleh makan sate tetapi dengan syarat dan ketentuan berlaku. Ingat ibu hamil itu bukan orang sakit yang memang berpantangan makan makanan tertentu.

BACA : Efek Samping, Tips Sehat, Dan Manfaat Makan Buah Mangga Buat Ibu Hamil

1. Perhatikan daging yang masih mentahnya

Sate merupakan makanan yang hanya dibakar untuk pengolahannya. Dan kadang daging yang dalam masih kurang matang.

Padahal daging yang kurang matang atau masih mentah berpotensi sebagai media yang nyaman bagi bakteri untuk hidup. Beberapa bakteri tersebut antara lain:

  • E. Coli, merupakan salah satu bakteri yang biasa tinggal pada bagian usus dan vagina tubuh manusia. Umumnya bakteri ini tak berbahaya. Namun pada beberapa kasus, E. Coli mampu menimbulkan kram perut, demam, hingga diare berdarah. Bakteri ini bahkan dapat berpindah pada janin. Kondisi ini berpotensi menyebabkan keguguran maupun lahir prematur.
  • Toksoplasmosis. Keberadaan bakteri ini saat hamil juga dapat berpindah pada janin Anda. Bahayanya, janin yang terinfeksi bekteri ini biasanya tidak menimbulkan gejala apapun. Namun setelah janin tersebut lahir, ia berpotensi akan mengidap kebutaan dan gangguan mental.
  • Salmonella. Infeksi bakteri ini merupakan salah satu keracunan makanan yang paling bahaya, karena dapat menimbulkan gejala seperti diare, kram perut, mual, muntah, sakit kepala hingga mengigil. Terinfeksi bakteri ini dapat membahayakan ibu hamil maupun janinnya.
  • Listeria. Walaupun bakteri ini lebih sering ditemukan pada air dan padatan yang terkontaminasi, bakteri ini juga dapat ditemukan pada daging yang belum benar-benar matang. Infeksi bakteri ini pada ibu hamil dapat menyebabkan keguguran, lahir prematur, dan janin ditemukan juga terinfeksi.

2. Perhatikan hasil bakaran satenya.

Berdasarkan ulasan poin no 1, ibu hamil sebenarnya diizinkan mengkonsumsi sate, hanya bila dapat dipastikan daging yang dibakar pada sate benar-benar matang dengan suhu pemanasan minimal mencapai 75 derajat Celcius.

Menurut dokter spesialis obstetri dan ginekologi, dr. Uf Bagazi, Sp.OG, ibu hamil boleh makan sate dengan 2 syarat yaitu dagingnya matang dan tidak ada gosong di antara daging tersebut karena itu mengandung dioksin yang juga berbahaya dan bersifat karsinogenik atau meningkatkan risiko kanker. .

3. Perhatikan campuran bumbu satenya

Bahan sate yang tidak baik untuk ibu hamil adalah campuran sate yang menggunakan banyak MSG, pengawet, garam atau bahkan pewarna.

Bahan-bahan ini tentu bukanlah pilihan yang bijak dikonsumsi oleh ibu hamil sebab akan sangat berbahaya untuk kesehatan anda dan keselamatan si janin. Selain itu perhatikan pula sebab saat ini marak pedagang sate yang menggunakan formalin pada daging sate yang dibuatnya dengan dalih menjaga ketahanan dan kesegaran daging yang dipaksakan.

Berikut tips bagi ibu hamil yang ingin mengkonsumsi sate terutama sate kambing:

1. Pilihlah daging yang higenis dan masih segar

2. Pastikan daging dimasak dengan suhu 160 derajat 71 derajat Celsius hingga matang. Pasalnya, daging kambing rentan terinfeksi bakteri jenis toksoplasma, yang dapat menyebabkan bayi cacat lahir atau lahir prematur.

3. Usahakan daging dimasak hingga matang sehingga warnanya tidak lagi merah muda.

4. Jangan konsumsi daging kambing yang dimasak setelah berada di luar kulkas selama lebih dari 2 jam.

5. Hindari penggunanaan penyedap rasa. Sebagai alternatif, cukup tambahkan kecap dan bawang merah sebagai pelengkap sate

6. Karena daging kambing berpotensi untuk menyebabkan ibu hamil mengalami masalah pencernaan atau diare, maka imbangilah dengan memakannya bersama sayuran atau lalapan.

Jadi kesimpulannya adalah boleh saja ibu hamil mengkonsumsi sate dengan catatan

1. sate yang dimasak harus benar-benar matang

2. sebaiknya sate bukan dibakar tetapi digoreng 

3. campuran atau bumbu yang digunakan bukan bumbu berbahaya bagi kesehatan tubuh

Sumber :

1. https://id.theasianparent.com/makan-sate-saat-hamil

2. https://kumparan.com/kumparanmom/benarkah-ibu-hamil-tidak-boleh-makan-sate-1551848496201946219

3. https://www.haibunda.com/kehamilan/20181117172040-49-28092/bolehkah-ibu-hamil-makan-sate-kambing

4. https://bidanku.com/bolehkah-ibu-hamil-makan-sate

5. https://www.cewekece.com/wp-content/uploads/2017/05/maksudi.jpg

(Visited 22 times, 1 visits today)

Be First to Comment

Leave a Reply