histats Press "Enter" to skip to content

Jadi Saham = Judi Bukan?

Editor : Ahmad Muttaqin

Saat saya memutuskan untuk terjun di dunia saham, banyak ungkapan kengerian dari teman-teman sekitar

“Hati-hati ya kalo kamu investasi di dunia saham”

“Saham? Enggak mau ah. Itu bukan bisnis riil”

“Eh saham itu judi kan?”

Mungkin teman-teman disini yang sudah terjun di dunia saham mendapat ungkapan pesimisme lain.

Memang benar banyak sekali yang keuangannya hancur karena masuk di dunia saham. Apalagi jika masuk ke dunia saham tanpa bekal apapun. Ini ibarat mau masuk ke hutan belantara dengan modal nekat tanpa persiapan apapun.

ITSTIME.ID ingin mengkerucutkan pembahasan di artikel ini khusus bahasan tentang saham sama dengan judi.

Akhirnya tetap berpikir judi itu apa?

Apakah setiap mentaruhkan sesuatu disebut judi?

Bukankah kalo seperti itu artinya mendirikan bisnis juga seperti berjudi di masa depan jika tanpa perhitungan yang matang?

Berikut pengertian judi yang diambil dari website SeputarForex

Judi dalam aturan Islam lazim disebut pula sebagai maysir dan qimar yang merupakan “transaksi dua belah pihak untuk pemilikan suatu barang atau jasa yang menguntungkan satu pihak dan merugikan pihak lain dengan cara mengaitkan transaksi tersebut dengan suatu aksi atau peristiwa”.

Dalam istilah modern, judi mengandung unsur “zero sum game” dimana kemenangan satu pihak hanya bisa dicapai dengan kekalahan pihak lain. Dalam mengklasifikasikan suatu permainan sebagai judi, para ulama telah mensyaratkan ciri-ciri berikut:

  • Permainan disertai oleh dua orang/lebih atau dua kumpulan manusia/lebih.
  • Setiap pihak mempertaruhkan sesuatu harta atau manfaat.
  • Pihak yang menang akan memperoleh harta atau manfaat dari pihak yang kalah.

Judi menurut Islam sudah jelas dilarang. Meskipun sebagian orang bisa jadi berbeda pendapat mengenai legalitas judi, tetapi judi dalam Islam sudah jelas termasuk perbuatan yang haram dilakukan sesuai QS. Al Maidah: 90, “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.”

Berikut batasan-batasan judi yang dikutip dari website https://www.rumahfiqih.com/

Nah sekarang dengan saham.

Saham adalah surat berharga yang menunjukkan bagian kepemilikan atas suatu perusahaan. Membeli saham berarti anda telah memiliki hak kepemilikan atas perusahaan tersebut. Maka dari itu, Anda berhak atas keuntungan perusahaan dalam bentuk dividen, pada akhir tahun periode pembukuan perusahaan.

Di dalam dunia saham prosesnya sebagai berikut :

1. Mendaftar terlebih dahulu di perusahaan sekuritas agar bisa transaksi saham Panduan LENGKAP Cara Membeli Saham

2. Memilih saham sesuai dengan beberapa prinsip fundamental perusahaan (finansial, manajemen dan prospek bisnis) Yuk Nabung Saham : Begini Caranya Dan Cara Memilih Sahamnya

Untuk memilih saham harus memilih saham syariah. Apa itu saham syariah dan apa saja perusahaan yang sudah masuk ke dalam syariah baca link berikut. Apa Pengertian Saham Syariah ? Apa Perbedaan Saham Syariah Dan Konvensional?

3. Melihat harga saham sekarang apakah sudah cukup murah atau belum jika dibandingkan dengan performa perusahaan.

4. Beli dan jaga saham tersebut untuk jangka waktu beberapa saat. Ada 2 keuntungan yang bisa didapat yaitu kenaikan harga saham dan dividen Mau Investasi Saham? Pilih Kenaikan Harganya Atau Dividen Tiap Tahunnya

Sebenarnya saham bisa masuk judi jika langkah no 2 di atas ditiadakan alias hanya gambling memilih saham tertentu tanpa menganalisis kondisi fundamental perusahaan.

Sumber :

1. https://www.seputarforex.com/artikel/judi-menurut-islam-menyoal-apakah-trading-forex-termasuk-judi-123505-31

2. https://www.rumahfiqih.com/x.php?id=1358083668

Sumber featured image :

1. https://www.harianaceh.co.id/wp-content/uploads/2019/12/Filipina-Tangkap-342-Pekerja-China-di-Tempat-Judi-Ilegal-1200×900.jpg (Link error)

(Visited 37 times, 1 visits today)

Be First to Comment

Leave a Reply