Jangan Lupakan Jumlah Hutang (DER) Dalam Analisis Fundamental Perusahaan Ya

Sumber : mgt-logistik.com

Editor : Ahmad Muttaqin

Dalam beberapa artikel sebelumnya, ITSTIME.ID sudah membahas tentang ROA dan ROE.

Read More

Sekedar mengingatkan bahwa ROA adalah indikator yang mengukur seberapa baik perusahaan dalam memanfaatkan asetnya buat menghasilkan laba atau profit. ROA dihitung dengan membagi laba bersih (net income) dengan aset perusahaan secara keseluruhan (total asset).

Total aset adalah penjumlahan dari modal sendiri/ekuitas dan hutang/liabilitas

Asset = Equity + Liabilities

Nah kali ini kita akan belajar tentang liabilitasnya atau hutangnya.

Dalam menjalankan roda bisnisnya, perusahaan bisa menggunakan modal sendiri atau equity dan hutang.

Jika ingin melihat persentase seberapa efektif dan efisien perusahaan menggunakan modal dari para investor (ekuitas) maka menggunakan ROE.

Sedangkan jika ingin melihat seberapa besar hutang sebuah perusahaan yang digunakan untuk menjalankan operasionalnya dibandingkan dengan nilai ekuitas yang dimilikinya maka menggunakan konsep DER.

Dikutip dari web sahamprofit DER atau Debt Equity Ratio adalah suatu rasio keuangan yang menunjukkan persentase antara Utang dengan Ekuitas yang dimiliki oleh pemegang saham. Rumusnya sebagai berikut

Sumber : sahamprofit.co.id

Berikut cara menghitung DER dari TELKOM menggunakan laporan keuangan kuartal 3 tahun 2018. (Laporan Keuangan TLKM bisa didownload disini)

Dengan melihat perhitungan di atas bisa dihitung sesuai rumus sebagai berikut :

Dengan menggunakan Laporan Keuangan di atas maka bisa diambil kesimpulan :

DER = Total hutang : ekuitas

ROE = 98.606 : 106.287

ROE = 0.927

ROE dituliskan dalam bentuk persen sehingga ROE Telkom untuk kuartal 3 tahun 2018 yaitu 92.7%.

ITSTIME.ID merangkum dari web id.investing.com disebutkan bahwa

Perusahaan yang sehat secara keuangan ditunjukan dengan rasio DER di bawah angka 1 atau di bawah 100%, semakin rendah rasio DER maka semakin bagus. DER yang rendah menunjukan bahwa hutang/kewajiban perusahaan lebih kecil daripada seluruh aset yang dimilikinya, sehingga dalam kondisi yang tidak diinginkan (misalnya bangkrut), perusahaan masih dapat melunasi seluruh hutang/kewajibannya.

Kondisi sebaliknya, semakin tinggi DER menunjukkan komposisi jumlah hutang/kewajiban lebih besar dibandingkan dengan jumlah seluruh modal bersih yang dimilikinya, sehingga mengakibatkan beban perusahaan terhadap pihak luar besar juga.

Baca terus dan gali terus ilmu sahamnya dengan mudah disini ILMU SAHAM

Sumber featured image :

  1. https://mgt-logistik.com
(Visited 314 times, 1 visits today)

Related posts

Leave a Reply