histats Press "Enter" to skip to content

Kalo Harga Saham Turun, Apa Yang Sebaiknya Dilakukan?

Editor : Ahmad Muttaqin

Banyak impian bagi seseorang yang akhirnya terjun ke dunia saham.

Ada yang berniat untuk investasi, ada yang berniat untuk trading, atau bahkan mungkin ada yang tidak punya niat sama sekali alias hanya ikut-ikutan hype saja. Mau ikut hype mendaftar saham? Baca caranya disini Panduan LENGKAP Cara Membeli Saham Bagi Pemula

Semua niat di atas mempunyai 1 masalah yaitu bagaimana jika harga saham yang kita beli beli turun.

Ekspektasi awal semua pemain saham adalah saham yang kita punya akan naik terus ibarat mendaki gunung dan kita secara instan menjadi kaya raya. Kita bahkan tidak menyiapkan mental apabila sahamnya menurun atau bahkan sekalinya turun bahkan langsung ambles. Seperti contoh saham di bawah ini

Di awal tahun, saham Sampoerna masih di kisaran Rp 4000 dan sekarang hanya berada di sekitar 2000.

Apa yang kalian rasakan?

Kemungkinan besar akan panik dan langsung menjual sahamnya karena merasa kalau sahamnya tetap di tahan khawatir akan makin turun. Lihat gambar di bawah ini

Lah gimana donk pasti dari kita akan panik ketika mendapati sahamnya turun atau amblas.

Ya semua trading atau investor saham kemungkinan akan merasakan kekhawatiran. Tetapi ada beberapa investor justru malah senang jika harga saham yang sudah dikoleksi turun. Kok bisa?

Ini dia rahasia pasti mengapa justru ada investor yang tenang dan bahkan mungkin bahagia. Rahasinya adalah

1. Mengetahui dengan pasti fundamental perusahaan

Dalam dunia saham ada 2 istilah untuk metode analisis yaitu analisis teknikal dan analisis fundamental. Baca detailnya Mau Saham Buat Jualan Harian Atau Buat Investasi Jangka Panjang?

Bagi para investor fundamental, turunnya harga saham justru malah menjadi berkah karena saat itulah mereka bisa kembali membeli saham tersebut. Tapi ingat, rahasia ini hanya bisa dilakukan oleh investor yang memang mengerti betul tentang fundamental perusahaan seperti equitas, revenue, profit dll.

2. Manajemen modal

Apa itu manajemen modal (Istilah sebenarnya penulis lupa) tetapi konsepnya adalah misal kita mempunyai uang di RDN sebesar Rp 10.000.000 yang akan digunakan sebagai amunisi untuk membeli saham.

Nah kita bagi anggaran itu dengan konsep misal 20, 40, 40. Artinya kita akan membelanjakan saham PT ABC di harga misal Rp 1000 dengan 20% anggaran atau sekitar Rp 2.000.000.

Jika ternyata saham PT ABC turun lagi di harga Rp 900 maka kita bisa membeli lagi dengan anggaran 40% kedua atau sekitar Rp 4.000.000. Begitu seterusnya.

Jadi kita terus mempunyai amunisi untuk membeli saham. Tapi ingat dan pastikan bahwa analisis yang kita gunakan adalah analisis FUNDAMENTAL.

3. Buy and Hold and Close

Nah tips ketiga adalah buy and hold artinya saat kita sudah selesai memilih saham dengan analisis fundamental, maka tinggal beli saham dan tinggalkan saham tersebut. Mengapa?

Karena jika kita sering-sering membuka aplikasi saham besar kemungkinan akan geregetan semisal sahamnya ijo pengen segera jual dan jika sahamnya merah malah jadi panik.

Beli dan tinggalkan selama beberapa saat tergantung mau berapa lama kita menanam saham. Ada yang berpatokan 3 bulan cukup alias akan mengecek portofolio saham ketika laporan keuangan perusahaan keluar, ada yang per 1 tahun atau memang bertahun-tahun seperti yang dilakukan oleh pak Lo Kheng Hong.

Gimana?

Mau mencoba trading saham?

Atau mau mencoba investasi saham? Baca disini untuk mengetahui 2 keunggulan investasi saham Mau Investasi Saham? Pilih Kenaikan Harganya Atau Dividen Tiap Tahunnya

(Visited 128 times, 1 visits today)

Be First to Comment

Leave a Reply