Kapan Waktu Yang Tepat Menjual Saham?

Editor : Ahmad Muttaqin

Beberapa saat yang lalu, ITSTIME.ID sudah menuliskan tentang 2 hal yang berguna bagi para investor awam yaitu :

Read More

1. Di harga berapa sebaiknya membeli saham (Sebaiknya Saya Beli Saham Di Harga Berapa Ya?)

2. Jika harga turun apakah harus cutloss (Bolehkah Cut Loss Dalam Investasi Saham?)

Artinya dari 2 artikel di atas lebih mengarah ke kapan beli saham dan jika harga turun apa yang harus dilakukan.

Nah di artikel kali ini, ITSTIME.ID akan membahas tentang kapan sebaiknya kita merealisasikan keuntungan.

Jika kita saat ini hanya floating profit itu artinya harta kita belum benar-benar bertambah atau investasi kita belum benar-benar berhasil. Baca ini dulu biar paham apa itu floating profit Bahaya Keuntungan & Kerugian “SEMU” Pada Saham.

ITSTIME.ID merangkum bahwa sejauh ini kita bisa ambil keuntungan atau menjual saham kita yang sudah untung saat ada di momen berikut :

1. Jika harga wajarnya sudah terpenuhi

Apa itu harga wajar atau nilai intrinsik atau valuasi? Harga wajar atau harga intrinsik saham adalah harga asli suatu saham yang didasarkan pada kinerja perusahaan.

Mengapa mencari nilai valuasi atau harga wajar saham itu perlu? Agar kita tahu harga saham sekarang di pasar apakah sudah mahal sekali atau belum.

Kita menggunakan contoh kasus perusahaan Indo Tambangraya Megah atau ITMG.

Dengan menggunakan rumus disini Cara Menghitung Harga Wajar Saham Menggunakan Rumus Graham Number maka nilai wajar sahamnya per tahun 2019 adalah :

EPS : 0.1145 (kurs Rp 15.000) = 1717.5

BV : 0.7875 (kurs Rp 15.000) = 11812.5

Harga wajarnya = Rp 21.365. Saat ini harga ITMG di kisaran Rp 6900 (Data tanggal 24/04/2020).

Dari sini bisa diambil kesimpulan bahwa kita akan mengambil keuntungan atau menjual saham ITMG saat harga ITMG sama dengan harga wajarnya atau mendekati harga wajarnya.

Karena kita berbasis kinerja perusahaan maka kita harus cek setiap kuartal apakah akan ada kenaikan atau penurunan harga wajar.

2. Jika perusahaannya sudah memburuk atau company risk

Dalam dunia saham ada 2 istilah yang harus diketahui jika ingin melihat kinerja perusahaan.

Yang pertama adalah market risk dan yang kedua company risk.

Dikutip dari tulisan om Thowilz di Stockbit

Jika suatu perusahaan sebenarnya baik-baik saja tetapi harga sahamnya turun jauh karena situasi pasar maka itu disebut sebagai Market Risk.

Sebagai contoh:

Harga saham ITMG terus mengalami penurunan dari harga Rp 30ribuan hingga menjadi sekarang Rp 6000an. apakah karena kinerjanya jelek? Tidak. Tetapi dikarenakan turunnya harga komoditas batu bara yang tentu akan menghajar kinerja perusahaan. Tapi namanya perusahaan batubara tentu kinerja perusahaan dipengaruhi oleh harga komoditasnya.

Yang berikutnya adalah company risk.

Company risk adalah resiko karena perusahaan mengalami penurunan kinerja perusahaan.

Ini murni karena kinerja perusahaan yang terus menurun. Sebagai contoh adalah saham perusahaan BUMI.

Di tahun 2008, harga saham BUMI pernah di titik tertinggi sekitaran Rp 8000an. Dan sekarang hanya Rp 50.

Di saat kinerja perusahaan yang kita miliki mengalami company risk seperti ini maka sebaiknya segera dijual maupun dicutloss sebelum kerugiannya semakin membesar.

3. Menemukan saham lain yang lebih bagus

Ada 600 emiten yang ada di bursa IHSG. Dan kita harus memilih yang terbaik di antara 600 perusahaan. Ada kalanya kita salah menentukan dan di lain waktu malah menemukan saham yang kinerjanya lebih baik dan harga wajarnya lebih rendah.

Di momen seperti ini tidak ada salahnya untuk menjual saham yang pertama untuk digantikan dengan saham yang baru dengan performa yang lebih meyakinkan.

ITSTIME.ID dulu pernah membeli saham DVLA. Dari sisi performa perusahaan, DVLA termasuk perusahaan yang memiliki fundamental yang bagus. Hanya 1 kekurangannya yaitu non likuid.

Dan setelah 6 bulan, ITSTIME.ID ternyata menemukan saham dalam sektor yang sama yang menurut kami lebih bagus dan dari sisi sahamnya lebih likuid.

Oh ya penting bagi kalian untuk membandingkan harga saham antar sektor agar rasio-rasio yang ada tidak bias. Mau Membandingkan Saham Yang Terbaik? Lihat Sektornya Dulu Donk

Sumber :

1. https://cdn-brilio-net.akamaized.net (Featured image)

2. https://stockbit.com/post/3384744

(Visited 459 times, 1 visits today)

Related posts

Leave a Reply

2 comments