Press "Enter" to skip to content

Kenapa Price Earnings Ratio (PER) Tidak Digunakan Untuk Memilih Saham?

Editor : Ahmad Muttaqin

Bagi para investor saham, salah satu indikator yang sering digunakan untuk menentukan apakah suatu saham itu mahal atau murah adalah price earnings ratio atau PER. Ada yang beranggapan jika PER suatu saham di bawah atau sama dengan 10 maka artinya saham tersebut murah. Ada yang beranggapan bahwa PER yang murah ketika masih di bawah 15 tahun. Semua mempunyai anggapan atau pendapat sendiri-sendiri yang disesuaikan dengan style berinvestasinya.

Nah apakah PER itu?

Menurut salah satu pakar value investing di Indonesia yaitu Bpk Teguh Hidayat (dalam website teguhhidayat.com) disebutkan bahwa PER atau price earnings ratio adalah ‘perbandingan antara harga saham dengan laba bersih perusahaan’, dimana harga saham sebuah emiten dibandingkan dengan laba bersih yang dihasilkan oleh emiten tersebut dalam setahun.

Sedangkan PER menurut website lifepal.co.id adalah rasio valuasi saham dengan mengukur hubungan harga saham dengan laba per lembar saham (Earning per Share/ EPS).

Adapun manfaat PER ini adalah mengetahui suatu saham apakah harga saat ini murah atau tidak dan bisa digunakan untuk membandingkan harga saham antar perusahaan. Namun sekali lagi harus diingat bahwa jika ingin membandingkan antar perusahaan harus dalam 1 sektor agar datanya lebih valid.

Mau Membandingkan Saham Yang Terbaik? Lihat Sektornya Dulu Donk

Sekarang bagaimana cara menghitung PER suatu saham?

PER = Harga sahamper lembar / EPS (Earning per share/laba per saham)

Cara menghitung EPS bisa dilihat di artikel bawah ini ya

Ingin Menghitung Harga WAJAR Saham? Perhatikan EPS-nya (Earning Per Share)

Sekarang ambil contoh dari saham Sidomuncul atau SIDO

Harga saham saat ini (04 April 2020) = Rp 1240

EPS tahun 2019 = 54

PER = 1240/54

PER = 22,96

Artinya adalah harga saham SIDO adalah 22.96 kali laba bersih yang dihasilkan perusahaan’. Semakin besar nilai PER sebuah saham, maka semakin mahal saham tersebut.

Apakah saham SIDO dengan harga Rp 1240 dan PER 22,96 murah atau malah mahal? Yuk bandingkan perusahaan lain dalam 1 sektor yaitu ICBP atau PT Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP : Perusahaan Dibalik INDOMIE Selera Umat Sedunia)

Saat artikel ini ditulis saham ICBP berada di harga Rp 10.000 dengan EPS 432 yang artinya PER yang dimiliki adalah 23,14.

Dan ternyata SIDO masih lebih murah dibandingkan dengan ICBP.

Nah judul artikel di atas adalah “Kenapa Price Earnings Ratio (PER) Tidak Digunakan Untuk Memilih Saham?”

Sebenarnya ITSTIME.ID jarang atau bahkan tidak pernah menggunakan PER sebagai rasio atau indikator untuk memilih suatu saham karena harga saham sangat fluktuatif dan seringnya naik turun harga saham lebih dipengaruhi rumor, sentimen pasar dan market maker bukan didasarkan hanya dari kondisi perusahaan.

Jadi PER SIDO hari ini dengan besok atau besoknya lagi akan selalu berubah-ubah.

Sumber :

1. https://www.teguhhidayat.com/2010/05/price-earning-ratio-dan-price-to-book.html

2. https://lifepal.co.id/media/rumus-per-ini-pengertian-price-to-earnings-ratio-buat-valuasi/

Artikel Yang WAJIB Dibaca Juga
(Visited 47 times, 1 visits today)

Be First to Comment

    Leave a Reply