Konsep Uang Panas dan Uang Dingin Yang Tidak Tepat Di Dunia Saham – ITS TIME

Konsep Uang Panas dan Uang Dingin Yang Tidak Tepat Di Dunia Saham

Ada banyak sekali statement di dunia bursa saham yang mengatakan bahwa jika ingin masuk ke dunia saham maka sebaiknya menggunakan uang dingin.

Apa itu uang dingin?

Mengutip dari web https://magazine.job-like.com/ uang dingin dapat diartikan sebagai dana mengendap yang dimiliki seseorang dalam jangka panjang. Dengan kata lain, dana tersebut tidak akan digunakan untuk kebutuhan hidup dalam jangka waktu setidaknya hingga lima tahun ke depan.

Sedangkan menurut web http://www.juruscuan.com/ uang dingin atau idle money (dana menganggur) adalah uang yang tidak dimaksudkan untuk keperluan tertentu atau mendesak. Artinya di luar dana kebutuhan sehari-hari, asuransi, dana darurat, uang pendidikan anak, uang cicilan rumah, dan lain sebagainya. Uang pinjaman termasuk dari kartu kredit juga bukan uang dingin. Artinya seluruh uang yang digunakan untuk trading memang dimaksudkan untuk trading.

Dana yang mengendap dalam waktu lama sebaiknya diinvestasikan agar menghasilkan keuntungan dan nilainya tidak tergerus laju inflasi.

Mengapa harus menggunakan uang dingin?

Bursa saham sangat fluktuatif dalam hitungan minggu, hari, jam bahkan menit.

Jika kita menggunakan uang dingin yang memang uang tersebut tidak akan digunakan dalam waktu minimal 5 tahun maka besar kemungkinan emosi kita tidak terbawa arus naik turun saham.

Berbeda jika kita masuk ke bursa saham menggunakan uang panas, maka jelas emosi kita akan meletup-letup dan akan lebih berbahaya jika uang tersebut akan segera digunakan.

Kembali mengutip dari http://www.juruscuan.com tentang mengapa sebaiknya kita menggunakan uang dingin.

  • Dari sisi risiko. Banyak orang berpikir untuk meminjam uang, pakai untuk terjun di dunia saham, nanti profitnya dipakai untuk membayar pinjaman. Ini sangat berbahaya. Risiko gagal dan uang ludes sangat tinggi kalau tidak hati-hati. Belum tentu investasi atau tradingnya akan menghasilkan profit.
  • Dari sisiĀ Psikologi . Tujuannya adalah supaya kita tetap tenang dalam dunia saham. Uang panas yang digunakan akan memberi tambahan beban emosional bagi investor/trader.
  • Dari sisi keuangan keluarga. Jika investasi/trading gagal, tidak akan terlalu mengganggu kondisi keuangan keluarga jika menggunakan uang dingin.

Namun ada 1 hal yang membuat ITSTIME.ID menemukan konsep uang panas dan uang dingin tidak sepenuhnya benar.

Konsep ini didapat dari postingan om Joyistabella dalam postingannya di Stockbit (Artikel asli bisa dibaca disini https://stockbit.com/post/5424984)

Om Joy mengatakan bahwa bukan tentang uang itu panas atau dingin tetapi apakah kita siap kehilangan uang.

Statement yang menarik dari om Joy sebagai berikut

It really does not matter uangmu panas atau dingin, alokasimu all in atau mencicil, kamu Buffetian atau Bentjokian.

The only thing that matter is apakah kita ikhlas uang kita hilang atau tidak.

Itu dulu yang harus di tanyakan pada diri sendiri sebelum kita bahkan berfikir untuk membuka rekening di sekuritas.

Kesimpulannya percuma saja menggunakan uang dingin tetapi kita tidak bisa mengontrolnya dan ujung-ujungnya habis juga dan uang yang seharusnya 5 tahun ke depan akan digunakan sudah habis di masa kini.

Jika saja kita menggunakan uang panas tetapi dengan perhitungan yang matang dan mempunyai prinsip never lose money maka kemungkinan tidak akan ugal-ugalan dalam berinvestasi/trading.

Contoh kasusnya begini

Jika kita punya uang Rp 100juta, maka berapa besar yang kita relakan jika hilang? Misal 10juta atau 20juta.

Jadi jangan Rp 100juta-nya hilang semua ya..

Sumber :

1. https://magazine.job-like.com/pentingnya-uang-dingin-untuk-berinvestasi/

2. http://www.juruscuan.com/trading/1174-hanya-gunakan-uang-dingin-untuk-trading

3. https://i.ytimg.com (Featured Image)

Leave a Reply