Press "Enter" to skip to content

Mau Investasi Ala Warren Buffet Atau Lo Kheng Hong? Bentar-Bentar..Tolong Disimak Dulu

ITSTIME.ID pernah menuliskan tentang ada banyak sekali style yang dilakukan dalam dunia saham.

Dari value investing, growth investing, quality investing, bandarmology, mansurmology, trading dll.

Investasi Saham Ala Ust. Yusuf Mansur. Waspadalah.

Di tulisan kali ini ITSTIME.ID akan fokus membahas tentang value investing.

Di dunia jelas nama Warren Buffet menjadi idola bagi para value investor. Dan untuk Indonesia nama yang sering disebut adalah Pak Lo Kheng Hong.

Cerita Panjang Lo Kheng Hong Di Dunia Investasi Saham

Semua berlomba-lomba ingin seperti mereka baik cita-cita menjadi kaya-nya atau tipe investasinya.

Ada yang mengatakan bahwa belilah saham kemudian hold selamanya seperti Opa Warren Buffet. Ada yang mengatakan bahwa belilah saham yang undervalue (bisa dihitung melalui PER, atau PBV atau harga wajarnya) kemudian juallah saat sudah di harga fair valuenya dengan jangka waktu yang lama.

Namun menurut ITSTIME.ID ada hal yang perlu kalian ketahui yaitu :

1. Modal

Ya modal adalah perbedaan terbesar kita dengan mereka-mereka semua.

Modal seperti Opa Warren Buffet mencapai ribuan trilyun dan sekali beli saja bisa di angka trilyunan.

Hal ini jelas menjadi penghambat untuk keluar masuk saham seperti kita.

Tidak mungkin Opa Warren Buffet hanya membeli saham hanya kisaran hari atau minggu atau bulan.

Begitu juga dengan Pak Lo Kheng Hong yang sekali beli juga di kisaran puluhan milyar.

Pak Lo tidak akan mudah untuk keluar masuk saham.

Sumber : https://quotefancy.com

La kita yang hanya modal jutaan, puluhan juta hingga ratusan juta ya jelas berbeda. Di saham-saham yang likuid uang puluhan atau ratusan juta masih sangat gampang untuk keluar masuk sehingga konsep buy and hold bisa dilakukan dan bisa tidak dilakukan.

Jadi petuah-petuah dari Warren Buffet dan Pak Lo Kheng Hong tidak ditelan mentah-mentah

2. Hold lama

Warren Buffet ketika membeli saham dengan modal besar dan akan membeli perusahaan yang benar-benar istimewa dan akan dihold selamanya.

Begitu juga Lo Kheng Hong yang mmebeli saham dan akan dihold sangat lama atau paling tidak ketika harga wajarnya sudah terpenuhi.

Jika kita ingin mengikuti mereka jelas uang kita tidak akan bertambah banyak.

ITSTIME.ID pernah mencoba meniru untuk ikut konsep hold lama atau sampai masuk ke fair valuenya. Ternyata malah saat hampir sampai fair value harganya turun terus dan sideway.

Floating profit yang sempat dibangga-banggakan lama-lama turun.

Bahaya Keuntungan & Kerugian “SEMU” Pada Saham

Nah solusi yang ITSTIME.ID lakukan adalah

1. tetap memilih saham yang berfundamental bagus dengan harga yang masih dibawah atau undervalue

2. memilih saham yang berfundamental bagus walopun dengan harga yang sudah premium

3. jual saat sudah fair value atau sudah di atas 30% keuntungannya agar keuntungan yang sudah ada bisa digunakan untuk menambah modal dan mencari saham lain yang sesuai kriteria no 2 dan 3

4. sambil menunggu harga sampai keuntungan 30% atau fair value sebisa mungkin kita harus mendapat dividen paling tidak 5% per tahun karena dividen ini juga ibarat bensin tambahan yang bisa digunakan untuk menambah modal.

Sejak menggunakan konsep ini modal ITSTIME.ID relatif bertambah lumayan.

Dividen Kok Jadi Tujuan Investasi? Ya Modalmu Enggak Nambah-Nambah

Be First to Comment

    Leave a Reply