Press "Enter" to skip to content

Meminta Maaf Dan Memaafkan

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ

فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ

قال الله تعالى فى كتابه الكريم

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا

وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَالَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

Hadirin jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah,

Segala puji hanya milik Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat iman, Islam serta nikmat kesehatan sehingga di hari yang mulia ini kita masih diberi kesempatan untuk berkumpul dan menjalankan perintah Allah yaitu sholat Jumat. Semoga kita termasuk yang mendapatkan hidayah-Nya serta berada dalam keadaan Iman dan Islam hingga akhir hayat kita.

Dan kami mengajak diri kami sendiri serta jamaah sekalian untuk terus memperkokoh ketaqwaan kepada Allah SWT.

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

Dan tentunya, shalawat serta salam semoga selalu tercurah tak henti-hentinya kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya dan para sahabat serta para pengikutnya hingga akhir jaman.

Sidang shalat Jumat yang dirahmati Allah SWT

Siang hari ini khotib akan membahas tentang 3 hal salah kaprah di hari raya Idul Fitri yaitu halal bihalal, minta maaf dan memaafkan serta ucapan minal ‘aidzin wal faidzin.

Usai melaksanakan puasa Ramadhan, umat muslim di Indonesia mempunyai tradisi unik yang tidak dimiliki negara-negara lain. Ya, tradisi itu bernama halalbihalal. Dalam pelaksanaannya, halalbihalal biasanya diisi dengan kegiatan yang positif seperti berkunjung ke rumah kerabat, silaturrahmi, ajang maaf-maafan hingga makan bersama.

Secara umum, halalbihalal dimaksudkan sebagai acara silaturrahmi yang dilaksanakan setelah menunaikan ibadah puasa Ramadhan dengan kegiatan inti saling bermaaf-maafan satu sama lain.

Meski mempunyai nama khas Arab, namun halabihalal merupakan tradisi otentik nusantara dan tidak diturunkan oleh negara di belahan bumi lain. Kehadiran halalbihalal juga tak disebutkan secara eksplisit oleh Alquran maupun hadis.

Namun, bukan berarti halalbihalal termasuk ajaran Islam yang ilegal. Dalam penamaan istilah halalbihalal memang tidak ada dasar yang jelas, akan tetapi nilai-nilai ajaran dan praktik dalam halalbihalal memiliki dasar hukum yang kuat dalam al-Quran dan hadis.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari, Rasulullah bersabda: “Barangsiapa melakukan kezhaliman kepada suadaranya, hendaklah meminta dihalalkan (dimaafkan) darinya; karena di sana (akhirat) tidak ada lagi perhitungan dinar dan dirham, sebelum kebaikannya diberikan kepada saudaranya, dan jika ia tidak punya kebaikan lagi, maka keburukan saudaranya itu akan diambil dan diberikan padanya,” (HR. Al-Bukhari).

Lalu, pertanyaannya, siapakah sebenarnya yang menciptakan tradisi ini? Bagaimana sejarah kelahirannya?

Belum ada riwayat yang secara sahih menceritakan, siapa pencetus tradisi halalbihalal ini.

Sebagian versi menyebutkan, halalbihalal merupakan tradisi yang dibuat oleh Kiai Wahab Hasbullah dengan Bung Karno. Ketika Indonesia mengalami masa disintegrasi pada 1984 dimana, terjadi pemberontakan oleh kelompok DI/TII hingga PKI yang melibatkan berbagai tokoh politik.

Khawatir akan terjadinya perpecahan bangsa, Bung Karno mengundang Kiai Wahab Hasbullah untuk menyelesaikan ketegangan ini. Lalu, Kiai Wahab mengusulkan agar diadakan silaturrahmi dan maaf-maafan. Usulan itu pun diterima Bung Karno namun, harus ada perubahan nama. Akhirnya, tercetuslah nama halalbihalal.

Sidang shalat Jumat yang dirahmati Allah SWT

Yang kedua kegiatan dari halal bihalal itu sendiri yaitu maaf-maafan.

Ada hal menarik menurut Prof. Quraish Shihab yaitu tidak ditemukan dalam Alquran perintah untuk meminta maaf. Meminta maaf tidak perlu diperintahkan karena maaf hanya datang jika seseorang menyadari kesalahannya, sehingga dengan tulus memintanya.

Jika tidak ditemukan perintah untuk meminta maaf, lalu apa yang ada dalam Alquran? Aquran menganjurkan memberi maaf.

Dalam Alquran Surat AlHijr ayat 85 Allah berfiman

Namun sayangnya di momen sekarang ini kegiatan meminta maaf sedikit bergeser. Ada 3 hal yang membuat meminta maaf menjadi hilang esensinya.

1. Meminta maaf hanya digunakan untuk konten atau klarifikasi

Seharusnya dalam setiap tindakan kita sudah disesuaikan dengan berbagai norma yang ada seperti norma agama, masyarakat atau sosial dan norma lainnya.

Namun adanya permohonan maaf karena klarifikasi menunjukkan apa yang kita lakukan sudah terlebih dahulu salah dan melanggar norma yang ada.

Dan fenomena ini sekarang banyak terjadi di kalangan kita terutama di sosial media.

Mencaci maki siapa saja dengan entengnya di sosial media kemudian meminta maaf dan klarifikasi dan masih banyak lainnya

2. Meminta maaf hanya di mulut namun hatinya tetap tidak mau untuk mengakui kesalahan

Esensi dari maaf adalah penyesalan.

Namun nyatanya masih banyak yang di mulut sudah meminta maaf namun dari gestur wajah, tindak tanduk dan lainnya tidak menunjukkan penyesalan.

Yang terakhir yaitu Meminta maaf hanya untuk sekadar berbasa basi agar masalah cepat selesai.

Salah kaprah yang ketiga yaitu ucapan minal ‘aidzin wal faidzin mohon maaf lahir dan batin.

Minal ‘aidin wal faizin mempunyai arti “Termasuk orang yang kembali (merayakan hari raya Ied) dan orang-orang yang menang.”.

Mungkin yang diinginkan adalah sebuah doa bagi yang mendapat ucapan selamat, “Semoga Anda termasuk orang yang kembali (merayakan hari raya i’ed) dan orang-orang yang menang.”

Tetapi yang diajarkan oleh Nabi Muhammad adalah taqabbalallahu minna wa minkum.

Ibnu Hajar Al-Aswalani di dalam kitab yang bernama Fathul Baari berpendapat bahwa “Para sahabat Rasullah shallallahu ‘alaihi wasallam apabila bertemu di hari raya, mereka mengucapkan kepada sebagian lainnya: Taqabbalallahu minna wa minka,”

Untuk versi paling lengkapnya

تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ صِيَامَنَا وَصِيَامَكُمْ

وَجَعَلَنَا اللهُ وَاِيَّاكُمْ مِنَ الْعَاءِدِيْنَ وَالْفَائِزِيْنَ

وَالْمَقْبُوْلِيْنَ كُلُّ عاَمٍ وَأَنْتُمْ بِخَيْرٍ

“Taqabbalallaahi minnaa wa minkum shiyamana wa shiyamakum, wa ja’alanaallaahu wa iyyaakum minal ‘aaidin wal faaiziin wal maqbuulin kullu ‘aamin wa antum bi khair”

Artinya: “Semoga Allah menerima (amal ibadah) kita dan puasa kita. Dan semoga Allah menjadikan kami dan kamu termasuk orang-orang yang kembali dan orang-orang yang menang serta diterima (amal ibadah). Setiap tahun semoga kamu semua senantiasa dalam kebaikan.”

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ

أَقُوْلُ قَوْلِيهذَا فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلىَ رَسُوْلِ لله وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِىْ يَاَ يُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ

 رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ.

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى وَالتُّقَى وَالعَفَافَ وَالغِنَى

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّالْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ. وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ. وَالْحَمْدُ لِلّهِ رَبِ الْعَالَمِيْنَ

أقم الصلاة

Sumber :

1. https://amanat.id/mengenal-halalbihalal-tradisi-islam-yang-hanya-ada-di-indonesia/

2. https://www.kompasiana.com/amanesmarsoum/5a06a203de200d35d1232c52/pahami-arti-maaf-dan-memaafkan-ini-agar-hidupmu-lebih-tenteram-dan-bahagia

3. https://www.liputan6.com/ramadan/read/3964488/quraish-shihab-alquran-menganjurkan-orang-memberi-maaf

4. https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/ (Featured Image)

5. https://litequran.net/al-hijr

Be First to Comment

    Leave a Reply