Press "Enter" to skip to content

Mengapa Aku Mengambil KPR?

Penulis : Ahmad Muttaqin

Tulisan ini merupakan rangkuman dari wawancara yang penulis lakukan terhadap salah satu teman.

Panggil saja Adi. Saya salah satu pegawai universitas di Yogyakarta yang akhirnya mengambil KPR demi masa depan memiliki rumah di tengah melonjaknya harga tanah di Jogja.

Saya terlahir sebagai generasi milenial tetapi generasi milenial dewasa karena usiaku sudah berkisar 30 tahun ke atas. Saat ini saya mempunyai rumah sendiri hasil dari KPR. Kalian pasti tau kan kalo sertifikat rumahnya dimana? Ya masih di bank sebagai jaminan.

Bagiku itu tidak masalah dibanding tidak memiliki rumah sendiri. Menurutku generasi sekarang ada kesulitan untuk memiliki rumah walaupun kenyamanan teknologi mengelilingi kita.

Bahayanya adalah untuk eksis di IG, Facebook maupun sosial media harus mengorbankan keuangan kita yang biasanya bukan kebutuhan primer. Ini harus diwaspadai.

Karena kebutuhan tersier akhirnya kita meninggalkan aktivitas menabung.

Ini yang saya alami.

Sebenarnya saya menabung juga seperti yang lain, namun saya menabung justru setelah kebutuhan tersier seperti traveling, kendaraan (mobil dan motor serta perawatannya) terpenuhi. Akhirnya tabunganku yang terkumpul hanya cukup sebagai DP saja.

Saya berpikir tidak mungkin kita menabung untuk membeli rumah karena beberapa hal ini :

1. Walaupun sudah berusaha menabung harga rumah semakin tak terkejar dengan nilai tabungan. Kalaupun ada lokasinya jauh dari pusat kota & fasilitas umum.

2. Harga kontrakan yang semakin melonjak tajam.

3. Akan sulit mengumpulkan uang ketika sudah berkeluarga lebih dari 1 anak.

4. Tidak bisa menunggu warisan.

Dari alasan-alasan di atas akhirnya saya siap mental untuk mengambil KPR dengan ukuran bangunan 40 dengan luas tanah 98.

Memang benar bahwa ketika kita memutuskan akan mengambil KPR harus siap mental karena ada kelebihan dan kelemahannya.

Ini beberapa hal kelebihan menurutku dari mengambil KPR

1. Bisa dianggap sudah punya rumah sendiri

2. Keuangan lebih teratur

3. Tidak ribet harus cari kontrakan setiap tahun atau ribet bayar kontrakan

4. Rumah bisa direnovasi sesuai keinginan kita

5. Nilai properti semakin naik, jika dijual ada kemungkinan untung

6. Jika pintar memilih bank, cicilan bisa diskema ulang misal keberatan dengan nominal per bulan

7. Melihat dari kecenderungan inflasi di Indonesia yang tinggi, nilai cicilan beberapa tahun mendatang bisa jadi hanya senilai dengan 50rb saat ini

8. Cicilan flat lebih menenangkan

Tetapi kita juga harus siap mental menghadapi kelemahan KPR seperti :

1. Gaji tidak utuh

2. Beban mental karena harus bayar cicilan setiap bulan dalam beberapa tahun.

Beban mental ini sebenarnya bisa diatasi dengan menganggap bahwa cicilan itu sebenarnya tabungan, soalnya rekening di buku tabungan tidak berkurang,hanya tidak bisa dicairkan)

3. Sertifikat hanya dapat fotocopy karena yang asli digunakan sebagai agunan di bank

4. Gagal bayar bisa dijual dengan skema bagi hasil (KPR syariah), biasanya bank jual dengan harga rendah

5. Gagal bayar, mau oper kredit belum tentu disetujui bank

6. Pelunasan bisa kena denda, atau hanya bisa melunasi sebanyak beberapa kali dengan nominal yang dibatasi.

Misal cicilan kurang dari Rp 200jt, mau melunasi harus dicicil 3x dengan nominal maks Rp 30jt. Jadi masih ada yang tetap harus dicicil perbulan sampai lunas senilai 110jt

7. Gaya hidup berubah drastis, tidak bisa traveling atau sedikit foya-foya.

8. Data diri masuk ke perusahaan jasa debt collector, bisa sewaktu-waktu ditelpon padahal tidak ada masalah cicilan telat bayar.

9. Kesulitan membayar kredit ketika terjadi situasi tak terduga seperti pandemi, atau bencana alam.

10. Perubahan pimpinan perusahaan yang menerapkan skema gaji karyawan lebih efisien sehingga terjadi pemotongan pendapatan

Ini skema KPR yang saya ambil

LT/ LB : 98/40

Total bayar baik ke pengembang dan ke bank senilai Rp 594 juta (Besaran nominal disederhanakan)

DP Rp 60juta yang dibayarkan ke pengembang (Tidak dicicil)

Total bulan 228 bulan atau 19 tahun

Cicilan 2 tahun pertama atau 24 bulan pertama Rp 1.801.572

Cicilan 17 tahun atau  204 bulan berikutnya Rp 2.408.560.

Itulah ceritaku saat mengambil KPR.

Sumber :

1. https://maucash.id/ (Featured Image)

Artikel Yang WAJIB Dibaca Juga
(Visited 5 times, 1 visits today)

Be First to Comment

    Leave a Reply