Press "Enter" to skip to content

Mengapa Obat Rasanya Pahit?

Apakah kalian pernah sadar enggak kalo hampir semua obat rasanya pahit.

Mungkin obat untuk anak-anak ada yang rasanya manis atau rasa buah seperti strawberi atau jeruk, tapi obat yang peruntukannya untuk orang dewasa hampir semuanya pahit.

Bahkan saya pernah mencoba membeli vitamin C yang biasanya rasanya jeruk asam gitu tetapi entah kenapa vitamin C yang diberikan apotik justru sangat pahit. Hmmm

Akhirnya saya coba mencari dan merangkum tentang mengapa hampir semua obat dibuat pahit. Sumber berada di akhir artikel.

Kenapa kita pergi ke dokter disaat kita sakit? Karena dokterlah yang dapat memberikan petunjuk, apa obat yang tepat untuk menyembuhkan kita, beserta rekomendasi dosisnya.

Kenapa takaran dosis harus tepat?

Obat merupakan racun dalam takaran yang sesuai, sedikit saja obat diberikan dalam dosis yang kurang, maka obat tidak akan menimbulkan efek, hal yang lebih buruk terjadi saat dosis obat berlebih, obat yang tadinya dapat menyembuhkan malah akan meracuni tubuh kita.

Mengapa obat yang digunakan untuk menyembuhkan penyakit rasanya pahit karena :

1. Berasal dari  zat alkaloid 

Saat membuat obat, ada banyak bahan yang dimasukkan. Salah satu bahan yang digunakan untuk membuat obat bernama zat alkaloid.

Zat alkaloid inilah yang membuat rasa obat jadi pahit. Semakin banyak zat alkaloid yang digunakan, semakin pahit lah rasa obatnya.

Zat alkaloid ini berasal dari tumbuh-tumbuhan untuk membunuh kuman yang menyerang tanaman atau tumbuhan. Dan zat ini bisa juga digunakan untuk membunuh kuman yang menyerang manusia

2. Agar orang tidak menyukai dan mencegah ketergantungan

Hasil penelitian yang dilakukan oleh seorang peneliti di Monell Chemical Senses Centre Philadelphia, rasa pahit merupakan sensasi yang membuat kamu tidak ingin memakan sesuatu termasuk obat.

Selain itu obat dibuat rasa pahit untuk mencegah ketergantungan atau kelebihan dosis. Saat dosis obat kecil, jarang memberikan efek samping. Tapi saat obat dosisnya tinggi bisa berbahaya bagi tubuh. Hal ini sangat penting untuk anak-anak yang belum memahami efek samping obat jika berlebihan.

Berbeda dengan rasa manis yang membuat kita makan semakin lahap, rasa pahit ada malah supaya kita tidak memakan makanan tersebut.

3. Rangsangan rasa pahit lebih sensitif di lidah

Tulisan dan gambar di poin 3 ini diambil dari situs quora. Sumber bisa dibaca di akhir artikel

Melihat tabel di atas kita bisa tau bahwa senyawa yang dapat menimbulkan rasa pahit (bitter) memiliki treshold yang sangat rendah, sehingga hanya dengan konsentrasi yang kecil suatu senyawa pahit dapat merangsang reseptor rasa pahit untuk melapor kepada otak.

Mekanisme ini bekerja sangat efektif sebagai alert, untuk mencegah masuknya racun kedalam tubuh.

Bayangkan kalau sianida terasa manis, lidah akan membutuhkan konsentrasi sianida dalam jumlah banyak, untuk dapat mengidentifikasi bahwa ada suatu senyawa berbahaya yang sedang memasuki tubuh.

Kesimpulannya adalah sebenarnya obat itu sendiri dibuat tidak dengan rasa pahit tetapi kandungan dalam obatlah yang membuat pahit serta lidah kita yang memberikan peringatan tentang rasa pahit.

Sumber :

1. https://www.kompas.com

2. https://bobo.grid.id/

3. https://id.quora.com/

4. https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/ (Featured Image)

Be First to Comment

    Leave a Reply