Press "Enter" to skip to content

Mengenal Price to Cash Flow Per Share Ratio Untuk Melihat Mahal Atau Tidaknya Harga Saham

Ada banyak jalan untuk mengetahui harga suatu saham termasuk mahal atau murah.

Kita bisa menggunakan

– PER atau Earning per share

Kenapa Price Earnings Ratio (PER) Tidak Digunakan Untuk Memilih Saham?

– PBV atau Price to Book Value

Apa Itu Book Value , Bagaimana Cara Menghitungnya Dan Contoh Penerapannya

– Harga wajar atau harga intrinsik

Cara Menghitung Harga Wajar/ Nilai Intrinsik/ Valuasi Saham Ala Benjamin Graham

Nah kali ini ITSTIME.ID akan memberikan sedikit pemahaman tentang apa itu cash flow per share dan apa fungsinya jika kita ingin mengetahui harga suatu saham mahal atau murah berdasarkan PCFR ini.

Artikel ini rangkuman dari beberapa sumber dan pemahaman dari ITSTIME.ID. Untuk sumber artikel bisa dilihat di bawah artikel

Sebelum masuk ke penghitungan dari PCFR atau Price to Cash Flow Ratio, berikut arti dari cash flow per share.

Cash flow from operating ini adalah uang masuk dan keluar dari aktivitas operasional suatu perusahaan.

Dalam metode PCFR, cash flow yang dihitung hanyalah cash flow from operating activities.

Rumusnya yaitu Cash Flow from Operating Activities : Jumlah lembar saham

Berikut contoh kasus dari saham SMSM menggunakan laporan keuangan kuartal 2 tahun 2020.

Data diambil dari web RTI

Cash flow from operating = Rp 338.740M

Jumlah lembar saham yang beredar = 5,76 M lembar

Jadi Cash Flow per Share = Rp 58,8 atau jika disetahunkan menjadi (58.8/2)*4 = Rp 118.

Angka 2 dalam pembagian di atas karena kuartal 2.

Trus berapakah Price to Cash Flow Ratio (P/CF Ratio)

Rumusnya = Harga saham saat ini : Cash Flow per Share

Rp 1335 : Rp 118 = 11.3

Menurut Rivan Kurniawan dari data Price to Cash Flow Ratio (P/CF Ratio) disebutkan bahwa investor berani untuk membayar Rp11,3 untuk setiap 1 rupiah kas yang dihasilkan.

Terus apa manfaat dari kita mengetahui laporan cashflow?

Teguh Hidayat dalam websitenya di https://www.teguhhidayat.com/ mengatakan bahwa memahami laporan cashflow sangat penting jika:

1. Anda berencana untuk membeli perusahaan secara penuh/menjadi pemegang saham mayoritas disitu, atau

2. Anda berencana untuk hold forever sahamnya, misalnya untuk dijadikan sebagai mesin dividen.

Jika ada yang menanyakan apakah bedanya PCFR ini dengan PER?

Rasio PCFR ini berguna untuk memvaluasi saham yang memiliki positive cash flow namun memiliki laba bersih yang negatif (misalkan karena non-cash charges).

Bentuk non-cash earnings di antaranya adalah depresiasi dan amortisasi, selisih kurs mata uang asing, serta revaluasi aset tetap yang akan memengaruhi jumlah laba bersihnya.

Itulah mengapa, jika kita menggunakan P/E Ratio, yang di dalam laporan laba ruginya mengandung elemen-elemen tersebut, hasilnya menjadi kurang valid.

Selain itu Price to Cash Flow Ratio dipercaya sebagai indikator valuasi yang lebih efisien daripada Price to Earnings Ratio. Sebab, laporan arus kas menjadi tidak mudah dimanipulasi.

Oh ya kalian bisa mudah mencari Cahs Flow per Share dan Price Casflow Ratio menggunakan website RTI dan dilihat di menu Profiles suatu saham

Sumber :

1. http://rivankurniawan.com/2018/08/06/valuasi-harga-saham-price-cash-flow/

2. https://analytics2.rti.co.id/?m_id=1&sub_m=s2&sub_sub_m=4

3. https://www.teguhhidayat.com/2018/06/analisa-cashflow-dalam-value-investing.html

4. https://ajaib.co.id/kaidah-price-to-cash-flow-ratio-dalam-valuasi-harga-saham/

5. http://lembarsaham.com/fundamental-saham/emiten/SMSM

Artikel Yang WAJIB Dibaca Juga
(Visited 46 times, 4 visits today)

Be First to Comment

    Leave a Reply