Mengenal Tortikolis Pada Bayi. Apakah Bisa Disembuhkan Dan Bagaimana Cara Pengobatannya??

Sumber : https://tap-assets-prod.dexecure.net

Disclaimer : Artikel ini merupakan rangkuman dari berbagai sumber. Sumber bisa dilihat di akhir artikel

Jika ada problem yang serupa silahkan konsultasikan ke dokter.

Read More

Mempunyai buah hati jelas menjadi hal yang sangat diidam-idamkan terutama oleh pasangan yang baru menikah. apalagi anak tersebut adalh anak atau buah hati pertama.

Dan biasanya ada problematika sedikit langsung panik atau cemas dan dibawa ke dokter.

Menurut ITSTIME.ID sendiir itu tidaklah salah walopun nanti jawaban dokter hanya “Oh itu tidak masalah.”

Mengapa?

Daripada terlambat mending ditanyakan ke ahlinya lebih dini. Syukur-syukur tidak ada problem.

Nah artikel kali ini akan merangkum tentang Tortikolis.

Pengertian Tortikolis pada Bayi

Kalo pas buah hati sedang telentang baik tidur maupun main atau pas buah hati sedang belajar duduk, perhatikan arah kepala. Apakah kepala buah hati bisa lurus atau condong ke kanan atau ke kiri.

Jika condong ke salah satu arah dalam setiap kesempatan kemungkinan bayi anda mengalami tortikolis atau leher miring.

Sumber : https://www.halodoc.com/artikel/adakah-terapi-untuk-atasi-tortikolis-pada-bayi

Apa itu tortikolis?

Tortikolis, diambil dari bahasa latin untuk “leher miring” yaitu gangguan otot leher yang membuat kepala miring. Biasanya, kepala pengidap miring ke arah yang berlawanan dengan dagu. Kondisi ini bisa terjadi sejak lahir (disebut tortikolis otot kongenital) atau seiring bertambahnya usia akibat kondisi medis tertentu.

Banyak penelitian yang menyebutkan kondisi ini banyak dialami oleh bayi. Setidaknya sekitar 1 dari 250 bayi mengalami tortikolis yang dialami sejak masih dalam kandungan.

Tortikolis ini sebenarnya bawaan sejak lahir dan umumnya kondisi ini terjadi karena bayi berada dalam posisi yang tidak normal saat berada di dalam rahim yang mengakibatkan kerusakan otot yang menghubungkan tulang dada dan tengkorak. Bahkan, risiko lain yang bisa dialami bayi adalah kesulitan untuk memutar lehernya.

Meskipun demikian, jika mengalaminya kebanyakan bayi tidak akan merasakan sakit meskipun sulit menggerakkan kepalanya ke sisi tertentu. Hal ini jugalah yang akhirnya membuat gejala tortikolis pada bayi sulit dikenali.

Bayi yang mengalami tortikolis mengalami keterlambatan seperti sulit tengkurap, sulit duduk, sulit merangkak, malas berjalan, dan cenderung menggunakan satu tangan.

Gejala Tortikolis pada Bayi

Gejala tortikolis baru diketahui secara jelas saat bayi sudah bisa mengendalikan gerakan leher dan kepala.

Gejalanya adalah :

– kesulitan bayi menggerakkan kepala,

– otot leher terlihat bengkak,

– rewel karena nyeri leher,

– salah satu sisi bahu terlihat lebih tinggi,

– dagu miring ke satu sisi,

– muncul benjolan lunak pada otot leher,

– kepala terlihat datar pada satu sisi,

– posisi kepala yang memutar ke samping

– pergerakan kepala dan leher terbatas

– bayi dan anak hanya menengok pada satu sisi

– dilihat dari estetika, tidak terlihat baik

– asimetri bentuk wajah, asimetri bentuk kepala

– gangguan pertumbuhan otot kepala dan otot wajah

– serta mengalami gangguan pendengaran atau penglihatan atau diplopia

Bayi perlu dicurigai mengidap tortikolis jika hanya menyusu pada satu sisi payudara saja.

Bila bayi menunjukkan gejala-gejala tersebut, segera periksakan Si Kecil ke dokter untuk  memastikan kondisi tortikolis serta kelainan lainnya yang menyertai.

Selain melakukan pemeriksaan fisik, dokter mungkin juga akan menyarankan untuk melakukan pemeriksaan rontgen leher, CT-scan leher atau MRI untuk melihat masalah pada struktur jaringan yang diduga menjadi penyebab tortikolis.

Penyebab Tortikolis pada Bayi

Menurut Kidshealth, tortikolis relatif merupakan kondisi umum pada bayi baru lahir. Baik anak laki-laki dan perempuan sama-sama cenderung bisa mengembangkan kondisi ini dan dapat muncul saat lahir atau membutuhkan waktu hingga 3 bulan untuk berkembang.

Tidak ada yang tahu mengapa beberapa bayi mengalami tortikolis. Namun, kebanyakan dokter percaya kondisi ini terkait dengan kram janin di dalam rahim atau posisi abnormal (seperti berada di posisi sungsang, di mana bokong bayi menghadapi jalan lahir dan memberikan tekanan pada salah satu sisi kepala janin, sehingga otot leher menegang).

Tortikolis bisa terjadi saat persalinan jika kelahiran bayi dilakukan menggunakan alat forsep atau vakum dan membuat salah satu sisi otot leher mendapat tekanan lebih besar. Selain itu, kerusakan otot atau kurangnya pasokan darah pada leher bisa menimbulkan tortikolis pada bayi.

Hal-hal ini memberi tekanan pada otot sternokleidomastoid bayi (SCM). Otot besar seperti tali ini berjalan di kedua sisi leher dari belakang telinga ke tulang selangka. Tekanan ekstra pada satu sisi SCM dapat menyebabkannya mengencang, sehingga menyulitkan bayi untuk memutar lehernya.

Beberapa bayi dengan tortikolis juga mengalami displasia perkembangan panggul, kondisi lain yang disebabkan oleh posisi abnormal dalam rahim atau persalinan yang sulit.

Adapun penyebab lainnya bisa seperti berikut ini

  • Terjadinya trauma saat melahirkan
  • Adanya kelainan pada tulang belakang
  • Posisi leher janin yang menyebabkan kerusakan otot leher atau terhalangnya peredaran darah dan saraf leher saat janin bertumbuh dalam kandungan
  • Idiopatik atau penyebab tidak diketahui dengan pasti

Kondisi tortikolis pada bayi tentu saja tidak bisa disepelekan, pasalnya bisa berisiko sebabkan gangguan pertumbuhan pada anak. Di mana ia akan mengalami kelainan fungsi makan, minum bahkan pergerakan.

Cara mengatasi tortikolis pada bayi

Meskipun kondisi ini biasanya bisa sembuh tanpa diobati, tapi ada baiknya tortikolis pada bayi tidak disepelekan. Pasalnya bila tidak segera diobati, maka tortikolis akan lebih sulit disembuhkan dan bayi berisiko tumbuh besar dengan kepala yang miring sebelah. Jadi, segera obati kondisi tortikolis pada bayi agar tidak menimbulkan komplikasi dalam jangka panjang.

Penanganan tortikolis pada bayi umumnya berupa peregangan otot leher. Dokter akan mengajarkan pada orangtua beberapa gerakan untuk peregangan otot leher, lalu melakukannya bersama dengan Si Kecil.

Gerakan tersebut membantu memanjangkan otot leher yang mengeras atau pendek, serta menguatkan otot leher pada sisi yang lain. Peregangan otot leher bisa dilakukan secara pasif, dengan memakai alat penyangga untuk mempertahankan posisi tubuh tertentu. Cara ini bisa dilakukan sejak bayi pengidap tortikolis berusia tiga bulan.

Prosedur operasi menjadi pilihan terakhir untuk memperbaiki posisi otot leher, jika cara lainnya belum berhasil mengatasi kondisi tortikolis. Tujuannya untuk memperbaiki tulang belakang yang abnormal, memperpanjang otot leher, memotong otot atau saraf leher, serta menggunakan stimulasi otak dalam agar mengganggu sinyal saraf (dilakukan pada kasus distonia tengkuk parah). Operasi baru bisa dilakukan ketika bayi pengidap tortikolis mencapai usia prasekolah.

Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan oleh orang tua :

1. Kegiatan fisik

Salah satu upaya penting yang bisa dilakukan untuk mengobati tortikolis pada bayi bawaan sejak lahir, adalah dengan meregangkan otot leher bayi sejak bayi berusia di bawah 3 bulan. Caranya, bisa dengan memberikan atau menempatkan mainan pada sisi di mana bayi harus memutar kepalanya atau membuatnya untuk belajar berpaling ke sisi yang berlawanan.

2. Peregangan otot leher

Di samping itu bisa dengan bantuan fisioterapi oleh tim yang dirujuk oleh Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik (SpRM). Terapi ini tentu saja akan semakin baik jika dilakukan lebih cepat saat mengetahui ada gejala pada bayi. Fisioterapi ini merupakan terapi fisik seperti pijit dan latihan peregangan otot leher.

3. Tengkurap atau tummy time

Cara mengatasi kepala bayi yang miring sebelah yang bisa diakukan adalah dengan cara mengajak bayi tengkurap atau melakukan tummy time. Ketika bayi berbaring dengan posisi tengkurap, maka otot lehernya cenderung bergerak untuk menengok ke sisi kanan atau ke sisi kiri. Hal ini nyatanya juga penting dalam memperbaiki tortikolis pada bayi.

4. Membiasakan Bayi Tidur dengan Posisi yang Tepat

Saat bayi hendak tidur, usahakan agar posisi tubuh dan kepala bayi sejajar. Jika bayi tidur dengan posisi miring, akan meningkatkan risiko bayi mengalami cedera otot leher.

Pengobatan tortikolis dengan cara ini seringkali berhasil. Pada bayi yang masih sangat kecil, biasanya hanya dibutuhkan latihan selama 4—6 bulan untuk mengembalikan posisi kepala yang miring. Namun, pada bayi yang sudah agak besar, yaitu di atas satu tahun, biasanya membutuhkan waktu yang lebih lama dan prosesnya pun lebih sulit.

Akan tetapi, bila latihan peregangan otot leher tidak mampu juga untuk menyembuhkan kondisi tortikolis pada bayi, ibu bisa mempertimbangkan untuk memperbaiki posisi otot leher Si Kecil melalui operasi. Namun, prosedur ini baru bisa dilakukan setelah Si Kecil mencapai usia prasekolah.

Perawatan Tortikolis pada Bayi

Untuk kondisi torticolis, perawatan yang dilakukan umumnya sebagai berikut:

  • Fisioterapi oleh tim yang dirujuk oleh Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik (SpRM)
  • Frekuensi kunjungan ke fisioterapis dapat dilakukan sesuai anjuran dari Dokter, selanjutnya terapi dapat dilakukan sendiri oleh orang tua dirumah atas petunjuk Dokter
  • Tindakan Fisioterapi atau terapi fisik, pijit dan latihan peregangan otot leher 3 sampai 4 kali sehari dirumah setelah orang tua diajarkan oleh Dokter. Idealnya dilakukan pada bayi secepatnya setelah di temukan kelainan.
  • Fisioterapi umumnya dilakukan selama 3 sampai 6 bulan untuk memperoleh kesembuhan. Setelah itu, dokter akan melakukan evaluasi terhadap kondisi kemajuan perawatannya.

Selain fisioterapi, torticolis juga dapat dirawat dengan:

  • Pemberian obat anti sakit, pelemas otot atau injeksi botox bila perlu
  • Pemakaian colar servical
  • Pada 50-70 % tortikolis pada bayi sampai usia 6 bulan dapat disembuhkan tanpa operasi
  • Tindakan operatif sebaiknya dilakukan untuk bayi usia maksimal 18 bulan bila tindakan pengobatan lainnya tidak memberikan hasil.

Sumber :

1. https://www.ruangmom.com/tortikolis.html

2. https://www.halodoc.com/artikel/adakah-terapi-untuk-atasi-tortikolis-pada-bayi

3. https://www.halodoc.com/artikel/bisakah-tortikolis-pada-bayi-disembuhkan

4. https://id.theasianparent.com/tortikolis-pada-bayi

5. https://www.sehatq.com/forum/penanganan-tortikolis-pada-bayi

6. https://tap-assets-prod.dexecure.net (Featured Image)

(Visited 32 times, 1 visits today)

Related posts

Leave a Reply