Nyesel Enggak Melepas Saham Di Harga XXX Ya?

Kalo kalian main-main di forum-forum saham seperti facebook, stockbit atau telegram pasti akan sering banget membaca orang yang entah memang menanyakan atau ada rasa mengejek dengan kata-kata

“Nyesel enggak melepas sahammu di harga XXX?”

Read More

Biasanya kalo yang ditanya menjawab maka perdebatan kecil tak terhindarkan.

Padahal tidak setiap orang memang mau mengejar dan menjual saham di harga XXX tadi. Ada yang mengejar di harga YYY atau bahkan di harga ZZZ.

Tapi kan kalo kamu jual di harga XXX nanti bisa beli lagi di harga WWW maka untungmu akan dobel. Tidak semudah itu ferguso. Mengapa?

1. Kita tidak tau apakah harga suatu saham akan mentok di harga XXX. Bisa saja setelah XXX langsung terbang lagi ke YYY yang artinya kita justru kehilangan kesempatan alias malah jadi ketinggalan kereta

Saham ABCD Sudah Murah Atau Masih Mahal Ya

2. Kita memang target di harga ZZZ mau naik terus dari XXX atau naik turun dulu sebelum terbang ke ZZZ. Biasanya dilakukan oleh teman-teman value investing.

Apa Pentingnya Mengetahui Harga Wajar Suatu Saham? 4 Hal Ini Jawabannya

3. Kita memang tidak memantau saham setiap jam setiap detik. Kita hanya menggunakan GTC saja.

4. Kita memang tidak meniat menjual saham karena mau menjadi growth investing dan dividen investing.

Cara Mencari Saham Berfundamental Bagus Dan Rutin Membagikan Dividen

Nah biasanya nih kalo ada investor yang masih pemula, saat ada pertanyaan seperti di atas langsung galau.

“Iya ya..jangan-jangan harga XXX adalah harga pucuk berarti sekarang tinggal turunnya”

Nah dari sinilah awal kegagalan kalian berinvestasi atau trading di dunia saham karena emosinya masih dikendalikan oleh pihak luar padahal emosi menjadi poin terpenting dari investasi di dunia saham

Analisa Dalam Investasi Saham Tidak Berguna Jika Emosi Masih Mengikuti

Jadi bagi teman-teman fokus saja ke trading atau investasi plannya, money management dan analisa yang sudah kita lakukan ya.

(Visited 236 times, 1 visits today)

Related posts

Leave a Reply