Press "Enter" to skip to content

Pahami Tentang Loss Aversion Bias (Kondisi Takut Kerugian Di Saham)

Saat berdiskusi tentang konsep average down di sebuah grup, admin grup tersebut mengatakan bahwa manajemen resiko dan persiapan modal untuk average down masuk dalam loss aversion bias.

ITSTIME.ID tidak paham konsep tersebut dan akhirnya mencari dan merangkum tentang loss aversion bias tersebut. Sumber berada di akhir artikel

Loss aversion bias adalah perasaan yang sangat kuat dari dorongan hati untuk menghindari kerugian daripada mendapatkan keuntungan.

Loss Aversion bias ini salah satu konsep behavioral economics yang mengacu pada penilaian orang menghindari kerugian karena tahu rasa sakit kehilangan akan lebih besar daripada kepuasan mendapatkan “kesempatan” keuntungan yang setara atau lebih.

Contoh loss aversion bias paling gampang di dunia saham adalah

Saat Ahmad membeli saham ABCD di harga 5000 dan berharap untung atau naik menjadi 6000 sesuai targetnya, kemudian saham tersebut pelan-pelan turun dari 4900 terus menuju 4500. Ahmad mulai panik dan harapannya berubah. Yang tadinya ingin cuan 1000 sekarang hanya berharap untuk segera keluar.

Dan setelah beberapa minggu akhirnya saham ABCD naik menjadi 5100 dan Ahmad langsung bergembira karena sudah keluar dan cuan 100.

1 bulan kemudian saham ABCD sudah nangkring di harga 6500 alias sudah jauh melebihi target dari Ahmad.

Ahamd melakukan loss aversion bias karena mending mengamankan uang yang ada dibanding mengejar yang bisa saja untung tapi juga ada kemungkinan rugi.

Itulah contoh loss aversion bias.

Sumber :

1. https://medium.com/@roniesensia/

Be First to Comment

    Leave a Reply