histats Press "Enter" to skip to content

Panduan Membeli SAHAM : Pahami Apa Yang Kamu Beli Dan Beli Apa Yang Kamu Pahami

Editor : Ahmad Muttaqin

Januari 2018 merupakan waktu pertama kalinya ITSTIME.ID membeli saham. Panduan Bagi Pemula Cara Membeli Saham di Sekuritas Phintraco Sekuritas (Profits) Bag 1

Dan saat artikel ini ditulis, penulis sudah menggunakan 5 teknik untuk memilih saham.

BACA : 4 “Senjata” Untuk Masuk Ke Dunia Saham

Yang pertama saham-saham yang dibeli merupakan saham yang menurut penulis bagus karena memang produknya banyak beredar di pasaran. Tidak ada seleksi yang lebih mendalam. Dalam menggunakan teknik ini hasil yang didapat setengah-setengah karena ada kalanya saham yang dibeli naik tetapi ada kalanya turun. Kemudian pemilihan saham berubah.

Teknik yang kedua yaitu dengan mengikuti rekomendasi dari forum di Whatsapp dan Telegram. Mereka menggunakan pola sore beli paginya jual dengan target profit 2%. Setiap sore penulis akan bergerilya membaca apa saja saham yang direkomendasikan.

Disini kembali bahwa penulis membeli hanya murni rekomendasi orang dan sama sekali tidak melihat bagaimana kondisi perusahaan dan tidak tau bagaimana kalo ternyata paginya saham yang sudah dibeli tidak untung tapi malah buntung.

Kemudian berlanjut dengan mulai melirik saham-saham yang membagikan dividen. Ini teknik yang ketiga. Info-info dividen didapatkan dari media-media bisnis. Sekali lagi, penulis hanya melihat jumlah besaran dividen tanpa melihat “siapakah perusahaan ini”. Dan ternyata saat menggunakan teknik ini ada pelajaran besar yang diterima penulis.

Saat itu ada 1 perusahaan yang akan membagikan dividen sebesar Rp 3000 per lembar saham. Penulis merasa dengan harga saham saat itu hanya Rp 6000an merupakan peluang yang besar untuk mendapatkan dividen sebesar itu.

Namun saat mendekati hari terakhir pembelian saham ternyata jumlah dividen yang akan dibagikan berubah menjadi hanya sekitar Rp 2400. Dan sialnya penulis sudah terlanjur membeli. Akhirnya tibalah pembagian dividen tersebut dan kalo tidak salah lagi penulis mendapat dividen sekitar Rp 700.000.

Kesialan mulai menghampiri. Penulis tidak tau menahu tentang perusahaan tersebut. Yang penulis tahu hanyalah perusahaan tersebut akan membagikan dividen besar.

Setelah hari penutupan pembagian dividen, saham tersebut pelan-pelan mulai turun. Penulis tidak paham apapun dengan konsep tersebut dan tetap memegang saham tersebut sembari berharap ini penurunan wajar. Setelah beberapa bulan penulis baru sadar bahwa memang harga saham tersebut aslinya rendah. Dan penulis menjual saham tersebut dan rugi Rp 700.000 (sama dengan keuntungan dari dividen yang didapat).

Info berikutnya yang diketahui adalah ternyata perusahaan tersebut bisa membagikan dividen sebesar itu karena menjual aset perusahaan, bukan karena laba yang dihasilkan.

Yang keempat adalah membeli saham terkenal yang akan membagikan dividen besar. Dan ternyata teknik ini masih membuat penulis rugi karena sekali lagi tidak tahu menahu kondisi perusahaan yang sebenarnya. Ynag dilihat murni dan hanya murni dari dividen yang dibagikan.

Sebenarnya ada 1 teknik yang mau penulis gunakan tetapi belum jadi yaitu membeli ebook dari penyedia ebook. Namun karena berbayar sampai saat ini belum pernah membeli.

Barulah teknik yang kelima yang sekarang dipakai oleh penulis. Sebelum membeli saham, penulis akan mencari tahu menggunakan screening awal seperti PBV, ROE, ROA, DER, EPS, NPM serta GPM dll.

Dengan teknik ini penulis paham sebenarnya kondisi perusahaan seperti apa, bagaimana kinerja perusahaan selama 5 tahun terakhir, berapa dividen yang dibagikan saat ini dan 5 tahun terakhir hingga berapa harga wajar saham yang seharusnya.

Dengan teknik terakhir ini penulis menggunakan konsep “Pahami Apa Yang Kamu Beli Dan Beli Apa Yang Kamu Pahami”. Salah satu portofolio penulis adalah MDKA. Penulis memahami mengapa penulis membeli saham MDKA ini walopun belum pernah membagikan dividen dan sempat harganya turun juga.

Sekarang saat harga-harga saham sedang turun penulis

  • tidak bahagia (bagaimanapun turun tetaplah turun yang menjadikan nilai aset kita berkurang walopun menjadi kesempatan buat kita untuk membeli saham lagi di harga murah)
  • tidak panik (karena penulis sudah paham apa yang dibeli dan membeli dengan penuh pemahaman bahwa harga wajar perusahaan tersebut jauh di atas harga saat ini)

Kesimpulannya adalah tidak apa-apa kalian menggunakan teknik manapun baik rekomendasi orang maupun beli ebook maupun teknik aneh-aneh seperti penulis yang gunakan. Namun tetap kembalikan ke konsep awal Pahami Apa Yang Kamu Beli Dan Beli Apa Yang Kamu Pahami.

BACA : Panduan Memahami Saham Secara Fundamental

(Visited 50 times, 1 visits today)

Be First to Comment

Leave a Reply

Mission News Theme by Compete Themes.