Press "Enter" to skip to content

Panduan Qodho Sholat (Bahasa Arab Dan Indonesia)

Investasi Emas, Deposito, Saham

Bagi umat Islam yang sudah mukallaf atau (sudah terkena beban syariat) sholat wajib merupakan ibadah yang harus dilakukan dalam kondisi apapun.

Namun manusia mempunyai sisi kelemahan yang memang manusiawi seperti melakukan kesalahan atau lupa.

Begitu juga dengan sholat wajib. Ada kalanya tertinggal yang tidak disengaja dikarenakan ketiduran, lupa, pingsan, dan lainnya.

Hal ini didasarkan pada sebuah hadis riwayat Bukhari dan Muslim.

َمَنْ نَامَ عَنْ صَلَاةٍ أَوْ نَسِيَهَا فَلْيُصَلِّيْهَا إِذَا ذَكَرَهَا، لاَ كَفَّارَةَ لَهَا إِلَّا ذَالِك

Siapa yang lupa mengerjakan shalat atau tertidur, maka ia wajib mengerjakan ketika teringat. Dan tidak ada hukuman kecuali hal itu (mengerjakan shalat saat ingat).”

Adapun niatnya:

أُصَلِّي فَرْضَ…… مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ قَضَآءً لله تَعَالَى

Usholli fardha (sebutkan nama shalat yang diqadha. Misalnya, fardha dhuhri atau fardha subhi dsb) mustaqbilal qiblati qadha’an lillahi taala

Saya niat shalat fardhu…. menghadap kiblat, qadha karena Allah Swt”

Daftar pertanyaan :

1. Jika mengqodho sholat duhur di malam hari apakah bacaannya tetap lirih atau menjadi keras (karena malam)?

Menurut Mazhab Al-Hanafiyah, All-Malikiyah dan Al-Hanabilah sepakat bahwa jahr dan sirr dalam urusan shalat qadha mengikuti waktu asalnya.

Jadi disunnahkan melirihkan bacaan pada qadha’ shalat Dzhuhur dan Ashar, meski keduanya diqadha’ pada malam hari. Dan begitu juga sebaliknya, disunnahkan mengeraskan bacaan pada qadha shalat Maghrib, Isya’ dan Shubuh, meski pun ketiganya dilakukan pada siang hari.

Namun mazhab Asy-syafi’iyah justru berpendapat sebaliknya dalam urusan jahr dan sirr. Prinsipnya, bacaan qadha’ shalat dikeraskan apabila dikerjakan pada malam hari, dan dilirihkan bila dilakukan pada siang hari.

Jadi disunnahkan mengeraskan bacaan pada qadha’ shalat Dzhuhur dan Ashar, apabila keduanya diqadha’ pada malam hari. Dan begitu juga sebaliknya, disunnahkan melirihkan bacaan pada qadha shalat Maghrib, Isya’ dan Shubuh, bila ketiganya dilakukan pada siang hari.

2. Bolehkah sholat qodho berjamaah?

Para ulama sepakat bahwa shalat qadha’ boleh dilakukan dengan berjamaah, bahkan menjadi sunnah sebagaimana aslinya shalat lima waktu itu disunnahkan untuk dikerjakan dengan berjamaah.

Dasarnya adalah apa yang dilakukan oleh Rasulullah SAW ketika terlewat dari shalat.

وَنُودِيَ بِالصَّلاَةِ فَصَلَّى بِالنَّاسِ

Kemudian diserukan (adzan) untuk shalat dan beliau SAW mengimami orang-orang. (HR. Bukhari).

Mazhab Asy-Syafi’iyah mensyaratkan adanya kesamaan bentuk shalat antara imam dan makmum, meski berbeda niat antara keduanya. Maka dibolehkan antara imam yang mengqadha’ shalat Ashar dengan makmum yang menqadha’ shalat Dzhuhur atau Isya’. Namun tidak dibenarkan bila imam mengqadha’ shalat Dzhuhur, Ashar atau Isya’, sementara makmumnya mengqadha’ shalat Shubuh atau Maghrib.

Untuk itu setidaknya dalam mazhab ini dibolehkan bila jumlah rakaat imam lebih sedikit dari jumlah rakaat yang dilakukan oleh makmumnya.

Sumber :

1. https://islami.co/tata-cara-qadha-shalat-yang-terlewat/

2. https://www.rumahfiqih.com/x.php?id=1420891299

(Visited 56 times, 1 visits today)

Be First to Comment

Leave a Reply