Press "Enter" to skip to content

Pengertian Tajwid, Jenis-Jenis Ilmu Tajwid Dan Hukum Bacaan Tajwid

Salah satu mujizat Nabi Muhammad SAW yang juga menjadi pedoman hidup umat Islam adalah AlQuran.

AlQuran diturunkan selama kurang lebih 23 tahun.

Hukum membaca AlQuran menggunakan tajwid adalah WAJIB sedangkan mempelajari hukum-hukum tajwid adalah fardhu kifayah.

Pengertian Tajwid secara harfiah berarti melakukan sesuatu dengan baik dan indah atau bagus dan membaguskan, tajwid berasal dari bahasa arab yakni “Jawwada“ ( جوّد-يجوّد-تجويدا )

Sedangkan dalam ilmu qira’ah memiliki arti mengeluarkan huruf dari tempatnya dengan memberikan sifat-sifat yang dimilikinya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ilmu tajwid merupakan suatu ilmu yang mempelajari bagaimana cara melafadzkan dan mengucapkan huruf-huruf yang terdapat didalam Al-Qur’an, hadist, dan lain sebagainya.

Cakupan materi Ilmu Tajwid ini meliputi:

  • Makhaarijul huruuf, membahas tentang tempat-tempat keluarnya huruf
  • Shifaatul huruuf, membahas tentang sifat-sifat huruf
  • Ahkaamul huruuf, membahas tentang hukum-hukum yang lahir dari hubungan antar huruf
  • Ahkaamul Maddi wal Qashr, membahas tentang hukum-hukum memanjangkan dan memendekkan bacaan
  • Ahkaamul Waqfi wal Ibtida’, membahas tentang hukum-hukum menghentikan dan memulai bacaan

Di bawah ini akan membahas secara ringkas 3 hal di tas yaitu Ahkaamul huruuf, Ahkaamul Maddi wal Qashr dan Ahkaamul Waqfi wal Ibtida’

1. Hukum Bacaan Nun Mati/ Tanwin 

Nun mati atau tanwin (ـًـٍـٌ / نْ) jika bertemu dengan huruf-huruf hijaiyyah, hukum bacaannya ada 5 macam, yaitu:

Ikhfa  (إخفاء)

Ikhfa artinya menyamarkan atau tidak jelas. Apabila ada nun mati atau tanwin (ـًـٍـٌ /نْ) bertemu dengan salah satu huruf ikhfa yang 15 yaitu :

ta(ت), thsa’  (ث), jim (ج), dal (د), dzal (ذ), zai (ز), sin (س), syin (ش), sod (ص), dhod (ض), fa’ (ف),  qof  (ق), dan huruf  kaf  (ك),

maka dibacanya samar-samar, antara jelas dan tidak (antara izhar dan idgham) dengan mendengung.

Izhar  (إظهار)

Izhar artinya jelas atau terang. Apabila ada nun mati atau tanwin (ـًـٍـٌ / نْ)bertemu dengan salah satu huruf halqi berikut

alif atau hamzah ( ا ) atau ( ء ), Haa’ ( ه ), ‘Ain ( ع ), Ghain ( غ ), Kha’ ( ح ) dan Kho’ ( خ )

, maka dibacanya jelas/terang.

Idgham  (إدغام)

Idgham Bighunnah (dilebur dengan disertai dengung)

Yaitu memasukkan/meleburkan huruf nun mati atau tanwin (ـًـٍـٌ / نْ) kedalam huruf sesudahnya dengan disertai (ber)dengung, jika bertemu dengan salah satu huruf yang empat, yaitu: 

nun (ن), mim (م), wawu (و) dan ya’  (ي)

Idgham Bilaghunnah (dilebur tanpa dengung)

Yaitu memasukkan/meleburkan huruf nun mati atau tanwin (ـًـٍـٌ / نْ) kedalam huruf sesudahnya tanpa disertai dengung, jika bertemu dengan huruf lam atau ra (ر، ل)

Ada tambahan terkait hukum bacaan idgham

Hukum bacaan idgham diantaranya adalah:

a. Idgham Muthamatilain

hukum bacaan yang apabila suatu huruf bertemu dengan huruf yang sama. Misalnya huruf dal dengan dal. Contoh:  ﻗَﺪ ﺩَﺨَﻠُﻮاْ

b. Idgham Mutaqaribain

Idgham mutaqaribain yaitu apabila bertemunya dua huruf yang mahkraj dan sifatnya hampir sama seperti huruf mim bertemu dengan huruf ba, huruf kaf bertemu huruf qaf. Contoh:   ﻧَﺨْﻠُﻘڪُﻢْ

c. Idgham Mutajanisain

Idgham mutajanisain merupakan hukum bacaan ketika dua huruf dengan makhraj yang sama tetapi beda sifatnya bertemu seperti huruf ta bertemu thsa, lam bertemu ra serta dzal dan zha. Contohnya ﻗُﻞ ﺭَﺏ ﱢ

Iqlab  (إقلاب)

Iqlab artinya menukar atau mengganti. Apabila ada nun mati atau tanwin (ـًـٍـٌ / نْ) bertemu dengan huruf ba (ب), maka cara membacanya dengan menyuarakan /merubah bunyi نْ menjadi suara mim (مْ), dengan merapatkan dua bibir serta mendengung.

(Detail Lengkap Hukum Bacaan Nun Mati/ Tanwin di AlQuran)

2. Hukum Bacaan Mim Mati 

Mim mati (مْ) bila bertemu dengan huruf hijaiyyah, hukumnya ada tiga, yaitu:ikhfa syafawi, idgham mim, dan izhar syafawi.

Ikhfa Syafawi  (إخفاء سفوى)

Apabila mim mati (مْ) bertemu dengan ba (ب), maka cara membacanya harus dibunyikan samar-samar di bibir dan didengungkan.

Idgham Mimi  ( إدغام ميمى)

Apabila mim mati (مْ) bertemu dengan mim (مْ), maka cara membacanya adalah seperti menyuarakan mim rangkap atau ditasyidkan dan wajib dibaca dengung.Idgham mimi disebut juga idgham mislain atau mutamasilain.

Izhar Syafawi  (إظهار سفوى)

Apabila mim mati  (مْ)  bertemu dengan salah satu huruf hijaiyyah selain huruf mim (مْ) dan ba (ب), maka cara membacanya dengan jelas di bibir dan mulut tertutup.

(Detail Lengkap Hukum Bacaan Mim Mati di AlQuran)

3. Hukum Bacaan Nun Tasydid/ Mim Tasydid 

Ghunnah musyaddadah adalah suara nasal atau suara dengung yang terdapat pada nun dan mim yang bertasydid. Ghunnah merupakan sifat yang terdapat pada nun dan mim. Apabila kedua huruf tersebut bertasydid, maka semakin tampak jelas sifat ghunnahnya.

Pada dasarnya huruf nun dan mim dalam keadaan apapun selalu berghunnah. Coba tekan hidung saat melafalakan nun dan mim! Pasti akan ada getaran yang menunjukkan ada aliran suara yang melewati hidung.

(Detail Lengkap Hukum Bacaan Nun Tasydid/ Mim Tasydid di AlQuran)

4. Qalqalah 

Menurut bahasa qalqalah artinya gerak, sedangkan menurut istilah qalqalah adalah bunyi huruf yang memantul bila ia mati atau dimatikan, atau suara membalik dengan bunyi rangkap. Adapun huruf qalqalah terdiri atas lima huruf, yaitu : ق , ط , ب , ج , د agar mudah dihafal dirangkai menjadi قُطْبُ جَدٍ

Macam-macam Qalqalah

a. Qalqalah kubra (besar) yaitu Huruf Qalqalah yang berbaris hidup, dimatikan karena waqaf. inilah Qalqalah yang paling utama, cara membacanya dikeraskan qalqalahnya.

b. Qalqalah Sugra (kecil) yaitu Huruf Qalqalah yang berbaris mati, tetapi tidak waqaf padanya,caranya membacanya kurang dikeraskan Qalqalahnya.

(Detail Lengkap Hukum Bacaan Qalqalah di AlQuran)

5. Hukum membaca Ra 

hukum bacaan Ra terbagi menjadi tiga,yaitu:

a. Ra dibaca Tafkhim artinya tebal, apabila keadaannya sbb:

1. Ra berharkat fathah اَلرَّسُوْلَ

2. Ra berharkat dhummah رُحَمَاءِ

3. Ra diwakafkan sebelumnya huruf yang berharkat fathah atau Dhummah يَنْصُرُ- َاْلاَبْتَرُ

4. Ra sukun sebelumnya huruf yang berbaris fathah atau dhummah تُرْجَعُوْنَ- يَرْحَمٌ

5. Ra sukun karena wakaf sebelumnya terdapat alif atau wau yang mati اَلْغَفُوْرُ-اَلْجَبَّارُ

6. Bila ra terletak sesudah Hamzah Washal اُرْكُضْ- اِرْحَمْنَا

Catatan:Hamzah Washal adalah Hamzah yang apabila terletak dia diawal dibaca, tetapi kalau ada yang mendahuluinya dia tidak dibaca

b. Ra dibaca tarqiq (tipis) apabila keadaannya sebagai berikut:

Ra dibaca Tarqiq bila:

1.Ra berharkat kasrah  رِحْلَةَ الشّتَاءِ _ تَجْرِيْ

2. Ra sukun sebelumnya huruf berharkat kasrah dan sesudahnya bukanlah huruf Ist’la’ فِرْعَوْنَ – مِرْيَةٌ

3. Ra sukun sebelumnya huruf yan berharkat kasrah dan sesudahnya huruf Ist’la’ dalam kata yang terpisah.  فَصْبِرْصَبْرًا

4. Ra sukun karena wakaf, sebelumnya huruf berharkat kasrah atau ya sukun.
جَمِيْعٌ مُنْتَصِرٌ – يَوْمَئِذِ لَخَبِيْرٌ

5. Ra sukun karena wakaf sebelumnya bukan huruf huruf Isti’la’dan sebelumnya didahului oleh huruf yang berbaris kasrah. ذِيْ الذِّكْر

Catatan : huruf Isti’lak ialah melafalkan huruf dengan mengangkat pangkal lidah kelangit-langit yang mengakibatkan hurfnya besar ق ص ض ظ ط غ خ

c. Ra boleh dibaca tafkhim atau tarqiq:

Ra dibaca tarkik dan tafkhim bila:

1. Ra sukun sebelumnya berharkat kasrah dan sesudahnya huruf Isti’la’ berharkat kasrah atau Kasratain. مِنْ عِرْضِهِ – بِحِرْص

2. Ra sukun karena wakaf, sebelumnya huruf Isti’la’ yang berbaris mati, yang diawali dengan huruf yang berharkat kasrah. الْقِطْرِ – مِصْرِ

(Detail Lengkap Hukum Membaca Ra di AlQuran)

6. Hukum Bacaan Maad 

Arti dari mad adalah memanjangkan suara suatu bacaan. Huruf mad ada tiga yaitu : ا  و ي

Jenis mad terbagi 2 macam, yaitu :

1. Mad Ashli / mad thobi’i

Mad Ashli / mad thobi’I terjadi apabila :

– huruf berbaris fathah bertemu dengan alif

– huruf berbaris kasroh bertemu dengan ya mati

– huruf berbaris dhommah bertemu dengan wawu mati

Panjangnya adalah 1 alif atau dua harokat.

2. Mad far’i

Adapun jenis mad far’i ini terdiri dari 13 macam, yaitu :

1) Mad Wajib Muttashil

Yaitu setiap mad thobi’i bertemu dengan hamzah dalam satu kata. Panjangnya adalah 5 harokat atau 2,5 alif. (harokat = ketukan/panjang setiap suara)

2) Mad Jaiz Munfashil

Yaitu setiap mad thobi’i bertemu dengan hamzah dalam kata yang berbeda.

Panjangnya adalah 2, 4, atau 6 harokat (1, 2, atau 3 alif).

3) Mad Aridh Lisukuun

Yaitu setiap mad thobi’i bertemu dengan huruf hidup dalam satu kalimat dan dibaca waqof (berhenti).

Panjangnya adalah 2, 4, atau 6 harokat (1, 2, atau 3 alif).  Apabila tidak dibaca waqof, maka hukumnya kembali seperti mad thobi’i.

Contoh :

4) Mad Badal

Yaitu mad pengganti huruf hamzah di awal kata. Lambang mad madal ini biasanya berupa tanda baris atau kasroh tegak .

Panjangnya adalah 2 harokat (1 alif)

Contoh :

5) Mad ‘Iwad

Yaitu mad yang terjai apabila pada akhir kalimat terdapat huruf yang berbaris fathatain dan dibaca waqof.

Panjangnya 2 harokat (1 alif).

Contoh :

6) Mad Lazim Mutsaqqol Kalimi

Yaitu bila mad thobi’i bertemu dengan huruf yang bertasydid.

Panjangnya adalah 6 harokat (3 alif).

Contoh :

7) Mad Lazim Mukhoffaf Kalimi

Yaitu bila mad thobi’i bertemu dengan huruf sukun atau mati.

Panjangnya adalah 6 harokat (3 alif).

Contoh :

8) Mad Lazim Harfi Musyba’

Mad ini terjadi hanya pada awal surat dalam al-qur’an. Huruf mad ini ada delapan, yaitu :

Panjangnya adalah 6 harokat (3 alif)

Contoh :

9) Mad Lazim Mukhoffaf harfi

Mad ini juga terjadi hanya pada awal surat dalam al-qur’an. Huruf mad ini ada lima, yaitu :

Panjangnya adalah 2 harokat.

Contoh :

10) Mad Layyin

Mad ini terjadi bila huruf berbaris fathah bertemu wawu mati atau ya mati, kemudian terdapat huruf lain yg juga mempunyai baris.

Mad ini terjadi di akhir kalimat kalimat yang dibaca waqof (berhenti).

Panjang mad ini adalah 2 – 6 harokat ( 1 – 3 alif).

Contoh :

11) Mad Shilah

Mad ini terjadi pada huruh “ha” di akhir kata yang merupakan dhomir muzdakkar mufrod lilghoib (kata ganti orang ke-3 laki-laki).

Syarat yang harus ada dalam mad ini adalah bahwa huruf sebelum dan sesudah “ha” dhomir harus berbaris hidup dan bukan mati/sukun.

Mad shilah terbagi 2, yaitu :

a) Mad Shilah Qashiroh

Terjadi bila setelah “ha” dhomir terdapat huruf selain hamzah. Dan biasanya mad ini dilambangkan dengan baris fathah tegak, kasroh tegak, atau dhommah terbalik pada huruf “ha” dhomir.

Panjangnya adalah 2 harokat (1 alif).

Contoh :

b) Mad Shilah Thowilah

Terjadi bila setelah “ha” dhomir terdapat huruf hamzah.

Panjangnya adalah 2-5 harokat (1 – 2,5  alif).

Contoh :

12) Mad Farqu

Terjadi bila mad badal bertemu dengan huruf yang bertasydid dan untuk membedakan antara kalimat istifham (pertanyaan) dengan sebuutan/berita.

Panjangnya 6 harokat.

Contoh :

13) Mad Tamkin

Terjadi bila 2 buah huruf ya bertemu dalam satu kalimat, di mana ya pertama berbaris kasroh dan bertasydid dan ya kedua berbaris sukun/mati.

Panjangnya 2 – 6 harokat (1 – 3 alif).

(Detail Lengkap Hukum Bacaan Mad di AlQuran)

7. Hukum Bacaan ALIF LAM 

Dalam ilmu tajwid dikenal hukum bacaan alif lam ( ال ). Hukum bacaan alim lam  ( ال) menyatakan bahwa apabila huruf alim lam ( ال ) bertemu dengan huruf-huruf hijaiyah, maka cara membaca huruf alif lam ( ال ) tersebut terbagi atas dua macam, yaitu alif lam ( ال ) syamsiyah dan alif lam ( ال ) qamariyah

1. Pengertian hukum bacaan “Al” Syamsiyah

“Al” Syamsiyah adalah “Al” atau alif lam mati yang bertemu dengan salah satu huruf syamsiyah dan dibacanya lebur/idghom (bunyi “al’ tidak dibaca).

Huruf-huruf tersebut adalah     ت ث د ذ ر ز س ش ص ض ط ظ ل ن

Ciri-ciri hukum bacaan “Al” Syamsiyah:

a. Dibacanya dileburkan/idghom

b. Ada tanda tasydid/syiddah ( ) di atas huruf yang terletak setelah alif lam mati => الـــّ

Contoh:

2. Pengertian hukum bacaan “Al” Qamariyah

“Al” Qamariyah adalah “Al” atau alif lam mati yang bertemu dengan salah satu huruf qamariyah dan dibacanya jelas/izhar.

Huruf-huruf tersebut adalah :    ا ب ج ح خ ع غ ف ق ك م و ه ي

Ciri-ciri hukum bacaan “Al” Qamariyah:

a. Dibacanya jelas/izhar

b. Ada tanda sukun ( ْ ) di atas huruf alif lam mati => الْ

(Detail Lengkap Hukum Bacaan Alif Lam di AlQuran)

8. Tanda-tanda Waqaf 

Waqaf artinya berhenti, yaitu berhenti ketika membaca ayat-ayat Al-Qur’an baik di akhir ayat atau di pertengahan ayat.

Adapun tanda-tanda waqaf antara lain :

Sumber : https://ilmu-tajwid-lengkap-syemzoel.blogspot.com/2016/04/ilmu-tajwid-lengkap-versi-ringkasan.html

(Detail Lengkap Tanda-tanda Waqaf di AlQuran)

Sumber :

1. https://ilmu-tajwid-lengkap-syemzoel.blogspot.com/2016/04/ilmu-tajwid-lengkap-versi-ringkasan.html

2. https://www.pendidik.co.id/hukum-tajwid/

3. https://my-diaryzone.blogspot.com/2009/11/swf-islamic-belajar-ilmu-tajwid.html

4. https://hahuwa.blogspot.com/2018/01/pengertian-ghunnah-musyaddadah-dan.html

5. https://muslim.okezone.com (Featured Image)

Be First to Comment

    Leave a Reply