Press "Enter" to skip to content

Tidak Ada Terlalu Cepat Atau Terlambat Membeli Saham

Tulisan ini merupakan pengalaman yang ITSTIME.ID alami sendiri terkait dengan kapan sebaiknya kita masuk atau membeli suatu saham.

Banyak yang curhat tentang kondisi seperti ini

“Jangan beli sekarang karena terlalu cepat. Nanti tunggu di harga bawahnya”

“Tunggu apalagi, beli sekarang sebelum harganya terbang”

Nah yang menjadi pertanyaan memang ada istilah terlalu cepat membeli atau terlalu lambat dalam membeli saham?

Menurut ITSTIME.ID tidak ada.

Terlalu cepat atau terlalu lambat membeli saham hanyalah prediksi-prediksi saja yang bisa saja benar bisa saja salah.

Terlalu cepat membeli dikhawatirkan setelah dibeli sahamnya terus turun.

Terlalu lambat membeli ditakutkan harga sahamnya akan naik.

Semua itu hanyalah tentang waktu.

Tanggal 25 Februari 2021 ITSTIME.ID membeli saham ASII dengan harga Rp 5700.

Apakah itu terlalu cepat membeli? Tidak juga karena sore harinya harga naik menjadi Rp 5750 atau Rp 5800.

Apakah itu terlalu lambat membeli? Tidak juga karena keesokan harinya malah turun menjadi Rp 5500.

Terus solusinya bagaimana?

1. Semua tergantung bagaimana plannya.

ITSTIME.ID membeli saham ASII jika harganya di bawah Rp 6000.

2. Money managament

Tidak ada terlalu cepat atau terlalu lambat jika memang kita memiliki money management yang baik.

Jika sahamnya ternyata turun maka kita bisa melakukan average down di penurunan berapa.

Jika ternyata saham yang sudah dibeli naik kita bisa average up atau malah langsung dijual

3. Waktu

Terlalu cepat atau terlalu lambat hanyalah masalah waktu.

Semakin panjang waktu yang akan kita gunakan untuk hold suatu saham maka tidak ada terlalu cepat atau lambat.

Dulu ITSTIME.ID membeli saham ACES di kisaran Rp 1200. Dan ternyata dalam 1 bulan kemudian harganya malah naik dan turun di kisaran Rp 1100 dan Rp 1200.

Tapi setelah naik turun, langsung terbang menuju Rp 1400 hingga Rp 1700.

Itulah tips yang bisa digunakan oleh teman-teman apabila masih ragu kapan sebaiknya kita membeli saham

Be First to Comment

    Leave a Reply