Press "Enter" to skip to content

Yuk Cari Tau Lebih JELAS Tentang Teether Bayi

Disclaimer :

Artikel ini merupakan rangkuman dari berbagai sumber. Sumber bisa dilihat di akhir artikel

Gimana bunda dengan kabar buah hati anda?

Sekarang buah hati anda sudah masuk usia 3 bulan ya?

ITSTIME.ID tau karena bunda atau ayah sampe ke artikel ini. Hehe

Langsung saja yuk masuk ke pembahasan tentang teether bayi.

Teether Bayi

Jika usia bayi memasuki 3 bulanan maka bayi bunda sudah mulai mengisap-isap tangan baik untuk menenangkan diri maupun memang merangsang gusi yang kemungkinan sudah mulai gatal-gatal.

Di fase ini pasti banyak yang memberikan ide untuk menstimulasi bayi dengan penggunaan teether bayi.

Apa sih teether bayi itu?

Teether bayi adalah mainan yang bisa digigit-gigit oleh bayi saat giginya mulai tumbuh. Menggigit-gigit teether dapat membuat bayi merasa nyaman karena gusi yang sedang mengalami pertumbuhan gigi akan terasa lebih baik ketika diberi tekanan ringan.

Teether bayi terbuat dari berbagai macam bahan seperti karet, silikon, atau plastik yang tersedia dalam berbagai warna, bentuk, dan ukuran. Namun, umumnya berbentuk bulat seperti donat sehingga mudah dipegang atau digenggam sebelum dimasukkan bayi ke dalam mulutnya.

Manfaat teether untuk bayi

Ibu-ibu muda jama sekarang pasti sudah tau kenapa buah hati diberi teether. Namun ITSTIME.ID mencoba merangkumkan apa saja manfaat penggunaan teether bayi :

1. Meredakan gatal dan nyeri pada gusi yang akan ditumbuhi gigi

2. Melatih motorik bayi dengan menggenggam dan mengunyah sesuatu

3. Merangsang pertumbuhan gigi bayi menjadi lebih cepat

Kapan waktu terbaik memberikan teether untuk bayi?

Nah pertanyaan ini pasti banyak banget yang menanyakan baik di forum-forum maupun di Google.

Waktu yang terbaik untuk memberikan teether kepada bayi yaitu saat bayi sudah merasakan gejala tumbuh gigi. Umumnya, gejala ini terjadi saat bayi berusia 4-6 bulan. Namun ini beberapa gejala yang bisa dijadikan panduan bagi bunda untuk memberikan teether kepada bayi jika bayi :

1. Air liur lebih banyak, dan bayi mudah mengeces

2. Menangis dan mudah rewel karena tidak nyaman

3. Suka menggigit benda-benda di sekelilingnya

4. Gusi membengkak dan seringkali menyebabkan demam

5. Sulit tidur dan sering terbangun di malam hari karena gusi gatal

6. Menarik-narik telinga atau menggaruk pipi

7. Sering memasukkan tangan ke dalam mulut

Berikut ini detail tahap-tahap peruntukan dari teether berdasarkan usia bayi :

* Tahap 1

Teether ini khusus untuk bayi berusia 4 bulanan, karena berfungsi merangsang pertumbuhan gigi bayi. Umumnya terbuat dari lateks yang bening berisi air atau gel sehingga terasa lebih lembut ketika digigit.

Tekstur permukaannya yang berbintik-bintik kecil namun terasa lembut dapat menghilangkan rasa gatal pada gusi di saat gigi bayi akan keluar. Selain itu, teether yang tampak lebih padat dengan bentuk yang pipih dengan tekstur berbintik-bintik halus ini tetap mudah dan nyaman untuk digigit.

* Tahap 2

Cocok untuk bayi di awal pertumbuhan giginya (yang baru tumbuh 2 gigi bagian bawah depannya). Namun karena si bayi sudah memiliki 2 gigi maka kemampuan menggigitnya pun sudah jauh lebih kuat, oleh karena itu teether pada tahap ini sengaja dirancang lebih padat.

* Tahap 3

Tak jauh berbeda dari teether pada tahap 2, teether tahap 3 lebih padat namun tetap lembut ketika digigit. Hanya saja teksturnya tampak lebih kasar dan bergelombang. Fungsi teether pada tahapan ini untuk merangsang pertumbuhan 2 gigi pada gusi bagian depan atas Moms.

* Tahap 4

Teether pada tahap ini akan tampak jauh lebih padat dengan tekstur lebih kasar. Teether ini akan sesuai bagi si kecil yang sudah tumbuh beberapa gigi di bagian atas depan dan bawah. Fungsi teether pada tahap ini adalah untuk merangsang gigi bagian belakang.

Tips mencari teether yang tepat

Gimana, sudah yakin mau memberikan teether buat si kecil? Tunggu dulu. Ibu juga harus tau ciri-ciri teether bayi yang aman yaitu:

1. Terbuat dari 100% food grade silicone

2. Silikon yang digunakan tidak berbau

3. Tekstur silikon teether bayi sangat lunak dan kenyal. Teether yang berisikan gel dengan bintik-bintik kecil akan memudahkan bayi untuk mengigitnya.

4. Dapat menahan suhu -40 derajat Celcius hingga 200 derajat Celcius sehingga aman digunakan di sterilizer atau direbus

5. Teruji BPA free (bebas bisphenol-A), pewarna buatan, dan phthalate (zat kimia yang dapat cepat menyerap ke dalam tubuh).. Zat kimia ini dapat merusak sistem hormon bayi

6. Tidak mengandung zat toksin yang harus dihindari dalam mainan bayi seperti PVC/Vinyl, phthalates, latex, paints, dan cadmium. Zat toksin tersebut dapat menyebabkan alergi dan keracunan pada bayi.

7. Ukuran teether jangan terlalu besar maupun jangan terlalu kecil. Pilihlah teether berukuran pas yang dapat dipegang oleh bayi Anda dan dimasukkan ke dalam mulutnya dengan aman.

8. Beli teether yang baru ya karena teether bekas bisa mengandung banyak bakteri, atau tak memiliki standar keamanan yang cukup.

Bahaya teether bayi

Nah sebagai penutup, ITSTIME.ID juga memberikan pemahaman bahwa teether juga memiliki sisi bahaya yang sebaiknya ibu perhatikan.

Seorang ilmuwan bernama Kurunthacalam Kannan bersama koleganya meneliti 59 sampel teether berbagai bentuk, padat, gel dan yang diisi air. Mereka menguji sampel tersebut untuk mengetahui potensi terdapatnya bahan kimia endocrine-disrupting (bahan kimia yang mempengaruhi kelenjar endokrin di dalam otak).

Endocrine-disrupting ini bisa mengganggu keseimbangan hormon dan berpotensi menyebabkan gangguan tumbuh kembang, gangguan reproduksi, gangguan pada saraf dan sistem kekebalan tubuh, juga masalah kesehatan lainnya.

Dr. Tara Narula dari CBS News Medical menyatakan bahwa bayi yang terpapar bahan kimia endocrine-disrupting beresiko terkena asma, diabetes, kelainan pada syaraf, obesitas, dan sistem reproduksi yang tidak normal.

Itulah rangkuman pembahasan tentang teether bayi.

Sumber :

1. https://mamaschoice.id/article/teether-bayi/

2. https://www.sehatq.com/artikel/perhatikan-hal-ini-sebelum-membeli-teether-bayi

3. https://id.theasianparent.com/bahaya-teether-bagi-bayi

4. https://www.mooimom.id/mamapedia/tumbuh-kembang-anak/kenali-fungsi-teether-sesuai-dengan-usia-bayi

5. https://img.my-best.id/ (Featured Image)

Artikel Yang WAJIB Dibaca Juga
(Visited 17 times, 1 visits today)

Be First to Comment

    Leave a Reply